Laksamana besar adalah sebuah pangkatangkatan laut bersejarah. Pangkat ini merupakan pangkat tertinggi di beberapa angkatan laut Eropa yang menggunakannya, dan paling dikenal karena penggunaannya di Jerman sebagai Großadmiralcode: de is deprecated . Pangkat yang sebanding dalam angkatan laut modern adalah admiral of the fleet.
Pangkat ini diciptakan pada tahun 1901 dan dihentikan pada tahun 1945, di mana pada saat itu sebanyak delapan pria telah dinaikkan pangkatnya ke tingkat tersebut. Pangkat satu tingkat di bawahnya adalah Generaladmiralcode: de is deprecated (laksamana jenderal).[butuh rujukan]
Kekaisaran Jerman
Sebelum dan selama Perang Dunia I, tokoh-tokoh berikut diangkat menjadi laksamana besar Angkatan Laut Kekaisaran Jerman (Kaiserliche Marinecode: de is deprecated ):
Großadmiralcode: de is deprecated adalah pangkat paling senior dalam Kriegsmarinecode: de is deprecated , satu tingkat tepat di atas Generaladmiralcode: de is deprecated . Pangkat ini diperkenalkan kembali pada tahun 1939 dan hanya dipegang oleh Panglima Tertinggi Kriegsmarine.
Pangkat laksamana besar (bahasa Italia:Grande ammiragliocode: it is deprecated ) diciptakan oleh Benito Mussolini pada tahun 1924. Pangkat ini dibentuk terutama untuk menghormati Paolo Thaon di Revel, yang menjabat sebagai kepala Regia Marina Italia selama Perang Dunia I — ia menjadi satu-satunya orang yang pernah dianugerahi pangkat tersebut. Pangkat ini setara dengan Jenderal Besar dalam angkatan darat dan juga Marsekal Besar dalam angkatan udara.[butuh rujukan]
Di Swedia, pangkat laksamana besar hanya pernah dianugerahkan dua kali. Pertama kepada Adipati Karl (kemudian menjadi Raja Karl XIII dari Swedia), yang diberikan gelar tersebut sejak lahir dan digunakannya selaku komandan Angkatan Laut Kerajaan Swedia. Kedua kepada pangeran mahkotaOscar I sebagai gelar kehormatan untuk menghormati kakek angkatnya, mendiang Raja Karl XIII.[3]
Turki
Laksamana Besar (Turki: Büyük Amiral) secara nominal merupakan pangkat dalam Angkatan Laut Turki. Pangkat ini setara dengan pangkat Jenderal Besar dalam Angkatan Darat dan Marsekal Besar dalam Angkatan Udara Turki. Sejak berdirinya Republik pada tahun 1923, belum ada satu orang pun yang pernah menyandang pangkat ini. Pangkat ini dianugerahkan oleh Majelis Agung Nasional Turki kepada perwira yang sedang menyandang pangkat laksamana dan menunjukkan jasa luar biasa pada masa perang.[butuh rujukan]
Dalam lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), pangkat Laksamana Besar adalah pangkat kehormatan tertinggi yang setara dengan pangkat perwira tinggi bintang lima. Pangkat ini sepadan dengan Jenderal Besar di TNI Angkatan Darat dan Marsekal Besar di TNI Angkatan Udara. Tanda kepangkatannya ditandai dengan lima bintang emas di pundak, dan pangkat ini tidak membawa konsekuensi wewenang atau tanggung jawab tambahan dalam hierarki keprajuritan.[4]
Pangkat kehormatan bintang lima ini pertama kali diatur secara formal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1997, di mana pangkat tersebut hanya dapat diberikan kepada Perwira Tinggi yang sangat berjasa terhadap perkembangan bangsa dan negara pada umumnya, serta angkatan bersenjata pada khususnya.[4] Meskipun pangkat ini resmi ada dalam sejarah regulasi militer Indonesia, hingga saat ini belum pernah ada seorang pun perwira TNI Angkatan Laut yang dianugerahi pangkat tersebut. Di kemudian hari, kategori pangkat kehormatan ini akhirnya ditiadakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010.[5]
Dalam karya fiksi
Diantara karakter laksamana besar yang muncul di dalam fiksi, contoh terkenal adalah Laksamana Besar Thrawn dari series fiksi Star Wars.[6]
Referensi
↑BROCKHAUS, The encyclopedia in 24 volumes (1796–2001), Volume 9: 3-7653-3660-2, page 164; definisi: «Großadmiral»
↑"Latest intelligence - The German Emperor and the King". The Times. No.36806. 28 Juni 1902. hlm.5.