Balapan
Start pertama dibatalkan, karena Fernando Alonso tidak dapat memulai balapan ini, di mana dia berhenti di jalur pit karena mobilnya mengalami masalah mesin. Radio tim dari putaran parade awal menunjukkan adanya masalah dengan unit tambahan tenaga elektronik MGU-K, yang menyebabkan hilangnya tenaga hibrida.[7][8] Tanpa sistem pemulihan energi (ERS), mobil MCL32 akan menjadi tidak kompetitif dan balapan ini akan menyebabkan kerusakan yang tidak perlu pada unit daya yang lainnya. Rekan setim Alonso di tim McLaren, yaitu Stoffel Vandoorne, telah diberi penalti turun 15 posisi di grid, setelah melampaui batas empat pertukaran unit tenaga per pembalap dan mobil sepanjang musim yang ditetapkan oleh peraturan musim 2017. Dengan mobil Alonso yang setidaknya sudah menggunakan sebagian unit tenaga keempatnya musim ini hanya pada balapan ke-4 dari 20 balapan, mengingat adanya kegagalan pengisian daya, keputusan telah dibuat untuk memensiunkan Alonso dari balapan ini demi menjaga mobil tersebut.[9] Alonso bahkan tidak mampu menyelesaikan putaran formasi, di mana dia mengalami kegagalan mobil total, sebelum dapat kembali ke dalam jalur pit.[10] Carlos Sainz Jr. diberi penalti turun 3 tempat karena telah menyebabkan tabrakan dengan Lance Stroll di Grand Prix Bahrain.
Karena mobil Alonso menghalangi lintasan, start pertama dibatalkan oleh direktur balapan FIA, yaitu Charlie Whiting, dan mobil dikirim pada putaran formasi tambahan. Oleh karena itu, balapan ini dipersingkat satu putaran. Valtteri Bottas berhasil meraih kemenangan perdananya setelah menempati posisi pertama di start, melewati kedua pembalap Ferrari sebelum tikungan ke-2 – dibantu dengan memulai balapan ini dari sisi grid yang bersih, dan mengambil slipstream di belakang Vettel. Hamilton mencoba untuk melakukan hal yang sama, tetapi di kedua sisinya terjepit oleh mobil Ferrari yang dikemudikan oleh Räikkönen, yang sekarang menempati posisi ke-3 – dan Ricciardo dari tim Red Bull, menantang dari posisi ke-4 dari posisi ke-5. Hal ini menyebabkan dia tertahan dan terkurung di posisi start gridnya, di mana dia akan bertahan selama sisa balapan ini. Sementara itu, Vettel menjauh dari balapan ketat di lintasan lurus utama, dan mengejar Bottas. Vettel sempat memimpin jalannya balapan ketika Bottas masuk ke dalam pit untuk mengikuti strategi satu kali pit-stop-nya, tetapi kemudian segera kehilangan posisinya lagi setelah pit-stop-nya sendiri. Dia kembali menghabiskan sepertiga terakhir balapan ini secara bertahap untuk menutup jarak antara dirinya dan Bottas, dan hanya terpaut 0,7 detik saja hanya beberapa putaran sebelum akhir. Lalu lintas yang macet, terutama oleh pembalap Williams, yaitu Massa, pada akhirnya mencegahnya untuk menyalip pemimpin jalannya balapan ini, sehingga mengamankan tempat kedua bagi pembalap asal Jerman itu. Kimi Räikkönen berhasil melengkapi posisi podium. Dia sekali lagi berhasil mencetak putaran tercepat di akhir balapan dengan waktu 1:36.844 pada putaran ke-49, tidak hanya mencatatkan putaran tercepat pada balapan tersebut saja, tetapi juga putaran tercepat yang pernah ada di sirkuit tersebut. Di bendera kotak-kotak, dia diikuti oleh Lewis Hamilton, yang finis di posisi ke-4. Hamilton sempat mengalami kesulitan untuk mengatasi panas berlebih sepanjang balapan ini berlangsung.[11]
Pembalap yang tidak berhasil finish kali ini adalah Fernando Alonso, yang gagal masuk ke dalam grid karena mobilnya mengalami kegagalan baterai-hibrida, serta Jolyon Palmer dan Romain Grosjean yang saling bertabrakan satu sama lain di putaran pertama, dan menyebabkan pengerahan mobil keselamatan. Daniel Ricciardo mundur dari balapan ini karena mobilnya mengalami masalah rem pada saat sedang berada di posisi ke-7. Felipe Massa melaju di posisi ke-6 ketika ia mengalami kebocoran ban dan harus masuk ke dalam pit untuk mengganti ban yang baru, dan jatuh ke posisi ke-9 di belakang duet pembalap Force India, yaitu Sergio Pérez dan Esteban Ocon, serta pembalap Renault, yaitu Nico Hülkenberg.[12][13]
Sangat sedikit pembalap yang menyalip di trek ini setelah berakhirnya periode mobil keselamatan.[14] Meskipun tertinggal dua tempat sebelum tikungan ke-2, tetapi mobil Red Bull yang dikendarai oleh Max Verstappen tidak melaju lebih jauh, dan finis di urutan ke-5, satu menit di belakang Bottas, dan sekali lagi menunjukkan bahwa tim Red Bull mengalami kesulitan untuk mengimbangi lajunya dengan tim Ferrari dan Mercedes. Masalah tim diperparah dengan tersingkirnya Daniel Ricciardo, yang merupakan kegagalan mekanis yang ketiga bagi mereka dalam empat balapan beruntun.[15]