Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
Gong besar (bahasa Jawa:ꦒꦺꦴꦁꦲꦒꦼꦁcode: jv is deprecated , translit.gong ageng) adalah gong dalam gamelan yang memiliki ukuran paling besar. Gong besar ditabuh menggunakan pemukul yang disebut bendha.[1] Sebagai alat musik terbesar dalam seluruh perangkat gamelan, gong besar memiliki penampang yang mirip dengan gong suwukan, tetapi ukurannya dapat mencapai 90–100cm (35–39in) dengan bahu sebesar 35–40cm (14–16in).[2] Gong ageng dapat terbuat dari besi, perunggu, atau kuningan.[3]
Gong besar berfungsi untuk menandai buka (mengawali) dan suwuk (mengakhiri) gendhing.[4][5] Pada bagian suwuk, gong besar dibunyikan terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh satu pukulan serentak oleh semua perangkat gamelan yang lain.[6]