Awalnya, produk bernama GitLab dan sepenuhnya gratis dan bersumber terbuka didistribusikan di bawah Lisensi MIT.[7]
Pada bulan Juli 2013,[8] produk GitLab dibagi menjadi:
GitLab CE: Community Edition
GitLab EE: Enterprise Edition Pada saat itu, lisensi GitLab CE dan GitLab EE tetap sebagai perangkat lunak bebas dan bersumber terbuka didistribusikan di bawah Lisensi MIT.
Pada bulan Februari 2014, GitLab mengumumkan[9] untuk mengadopsi model bisnis dari open core. GitLab EE diatur di bawah lisensi hak paten, dan berisi fitur yang tidak hadir dalam versi CE.[10]
Pada bulan Maret 2015, GitLab mengakuisisi Gitorious, sebuah layanan hosting Git. Yang akhirnya mendorong pengguna untuk pindah ke GitLab.
Pada bulan Januari 2017, Database administrator GitLab secara tidak sengaja menghapus database produksi. Data selama 6 jam seperti masalah dan permintaan penggabungan data menjadi hilang.[15]
Pada tanggal 15 Maret 2017, GitLab mengumumkan mengakuisisi Gitter. Termasuk dalam pengumuman tersebut, GitLab bermaksud menyatakan bahwa Gitter akan terus sebagai proyek mandiri. Selain itu, GitLab mengumumkan bahwa kode sumber Gitter akan menjadi bersumber terbuka di bawah Lisensi MIT paling lambat pada bulan Juni 2017.[16]
Pada bulan Oktober 2017, GitLab mendapatkan 20 juta dollar di pendanaan Seri C dari GV dan yang lainnya.[17]
Pada bulan Mei 2018, GNOME pindah ke GitLab dengan lebih dari 400 proyek dan 900 kontributor.[18][19]
Pada bulan Juni 2018, Pesaing GitLab, yaitu GitHub diakuisisi oleh Microsoft[20][21] menyebabkan banyak proyek bermigrasi ke GitLab.[22]
↑defunkt (2018-06-04). "A bright future for GitHub". The GitHub Blog (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-06. Diakses tanggal 2018-06-06.