Berdasarkan data Kecamatan Kebomas dalam Angka 2025[1], Desa Giri memiliki jumlah penduduk laki-laki: 1.971 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan: 1.979 jiwa.
Desa Giri dikenal karena merupakan pusat padepokan yang dipimpin Sunan Giri salah satu Walisongo menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa.
Saat ini sebagian besar pendapatan penduduk desa Giri adalah perajin barang / perhiasan dari emas dan perak (kemasan) dan pedagang makanan.
Sekolah
MI Masyhudiyah
MTs Masyhudiyah
MA Masyhudiyah
TK Aisyiyah Busthanul Athfal Giri
SD Muhammadiyah 1 Giri
SMP Muhammadiyah 4 Giri
Dusun
Giri Gajah
Kedahanan
Karangsono
Kajen
Keteq
Pedukuan
Event Menarik
Malem Selawe [1]
Malem selawe adalah salah satu event tahunan di sepanjang Jalan Sunan Giri dan Jalan Sunan Prapen di Kecamatan Kebomas yang dilaksanakan pada setiap malam 25 ramadhan. Pada awalnya, malem selawe adalah malam di mana banyak orang yang berburu Lailatul Qadar dengan mengaji di daerah sekitar makam Sunan Giri. Namun dengan besarnya kesempatan usaha, banyak warga yang membuka stand kecil di jalan menuju makam Sunan Giri.
Makin banyaknya orang yang membuka stand disepanjang jalan serta banyaknya pengunjung, membuat pemerintah daerah setempat menutup jalan tersebut untuk kendaraan bermotor mulai pukul 4 sore hingga 12 malam pada hari itu. Sehingga event malem selawe hampir seperti pasar malam.
Giri Expo
Dengan meningkatnya pengunjung malam slawe, mulai tahun 2014 Remaja Desa Giri dengan dukungan Pemerintah Desa Giri membuat acara Giri Expo yang bertempat di parkiran mobil dan sepeda Makam Sunan Giri. Giri Expo dilaksanakan mulai 2 hari sebelum malem slawe dan puncak acara diadakan pada malem slawe.
Pada event Giri Expo diadakan lomba tartil Al-Qur'an, serta ajang seni warga desa Giri. Giri Expo juga menawarkan suguhan kuliner dan oleh-oleh yang dibuat oleh masyarakat desa Giri.
17 Agustusan
Sebagai Warga Negara Indonesia, Pemerintah Desa Giri dan Remaja Desa Giri bekerja sama dalam merayakan Hari Ulang Tahun Negara Indonesia membuat Jalan Sehat Desa dan lomba-lomba antar RT seperti Lomba Kebersihan Kampung, Lomba Masak, Lomba Administrasi PKK dan lainnya. Hal tersebut terbukti dapat meningkatkan kerukunan warga mulai dari tingkat RT hingga Desa, sehingga masyarakat juga mau bekerjasama dengan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.