Ia kemudian menjabat sebagai komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya. Ia tewas dalam serangan Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025.[1]
Kontroversi
Rashid secara terbuka mengakui dan bahkan merayakan hubungan strategis yang mendalam antara Iran dengan sejumlah kelompok bersenjata non-negara di berbagai wilayah. Dalam pernyataan yang direkam oleh MEMRI, ia menggambarkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam Palestina di Gaza, Unit Mobilisasi Populer Irak, serta Houthi di Yaman bukan sekadar sekutu, melainkan sebagai perpanjangan langsung dari kekuatan militer Iran. Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel merasa terganggu oleh struktur ini karena secara efektif membentuk “enam tentara di luar perbatasan kita yang bekerja untuk Iran”.[8][9]
↑Crazydead (3 February 2011). "THE ISLAMIC REPUBLIC'S 13 GENERALS". Iran Briefing | News Press Focus on Human Rights Violation by IRGC, Iran Human Rights - نقض حقوق بشر توسط سپاه پاسداران. IRAN BRIEFING. Diakses tanggal 1 May 2016.