Pembangunan gereja (gedung) dipelopori oleh Pater Flaska, SVD pada tahun 1960. Tanahnya dibeli dari Pan Suka dengan imbalan bahwa gereja akan membangun rumah keluarga Pan Suka. Gereja (gedung) dibangun oleh tukang dari Kwanji yang mana bukanlah Katolik; lukisan pada altar dan belakang altar dibuat oleh Pan Brutu dari Buduk yang juga bukan Katolik. Pada Hari Minggu Misi tanggal 23 Oktober 1961 gedung gereja ini diberkati oleh oleh Mgr. Dr. Paulus Sani KledenSVD, yang mana merupakan gereja (gedung) pertama yang diberkatinya setelah ditahbiskan menjadi Uskup Denpasar tanggal 3 Oktober 1961 di Gereja Paroki Palasari. Untuk mengenang momen ini, maka gereja yang pertama diberkati dia ini diserahkan dalam perlindungan SantoPaulus. Bangunan gereja terselesaikan pada tahun 1965.[1][2]
Setelah sebelumnya terdiri dari beberapa "Kring", sejak tahun 1990-an Stasi Kulibul (sebelum menjadi paroki) mengubah strukturnya menjadi sektor-sektor yaitu:[2]
Sektor Santa Agnes (mencakup Banjar Pegending dan sekitarnya)