Gereja Santo Matius Penginjil adalah sebuah gerejaparokiKatolik yang berlokasi di Tangerang Selatan, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Bintaro. Gereja Santo Matius Penginjil dinamai menurut Matius, salah seorang dari dua belas rasul dan juga salah seorang penulis Injil. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam dari tarekat Serikat Xaverian (SX).
Sejarah
Umat yang menempati daerah sekitar Bintaro, pada awalnya merupakan bagian dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Blok B. Karena jarak yang cukup jauh antara Bintaro dengan Blok B, muncul rencana pendirian kapel di Kompleks Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kodam Bintaro.[1] Setelah mendapat persetujuan dari Paroki Blok B pada 31 Agustus 1977, kapel tersebut diresmikan pada tanggal 20 Desember 1977 oleh Mayjen Norman Sasono, Pangdam V Jaya, sebagai tempat ibadah bagi umat Katolik di daerah tersebut.[2]
Pada 25 Januari 1983, Uskup Agung Jakarta, Leo Soekoto, S.J. memberikan tugas kepada Pastor Otello Pancani, S.X. untuk menyiapkan pendirian Paroki Bintaro.[1] Pada 21 September 1983, terbentuk Paroki Bintaro dengan pelindung Santo Matius Penginjil. Pastor kepala paroki pertama yang bertugas untuk Paroki Bintaro ialah Pastor Pancani.
Plakat pemberkatan dan batu pertama.
Seiring bertambahnya jumlah umat, muncul kebutuhan akan fasilitas yang lebih memadai. Pada 16 September 1990, berlangsung peletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Santo Matius Penginjil, yang terletak di kawasan Pondok Karya. Setelah empat tahun pembangunan, pada 25 September 1994 yang bertepatan dengan pesta pelindung paroki dan ulang tahun ke-11, gereja dan fasilitasnya diberkati oleh Uskup Agung Soekoto. Gedung gereja diresmikan juga oleh Bupati Tangerang, Saifullah Abdulrahman.[2]
Pada 29 September 2024, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, meresmikan Gedung Karya Pastoral (GKP) Santo Guido Maria Conforti. Pembangunan GKP ini sudah dimulai sejak April 2020.[3]
Pemekaran
Sebagai paroki yang terus berkembang, Paroki Bintaro sempat memiliki sebuah stasi. Pada 17 Januari 2006, stasi pertama, Gereja Santa Maria Regina, Bintaro Jaya, diresmikan oleh Pastor Silvano Laurenzi, S.X. Pada 22 Agustus 2010, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo meningkatkan status Stasi Santa Maria Regina menjadi paroki mandiri dengan nama Paroki Bintaro Jaya.[2]
Bangunan
Panti imam pada Masa Adven
Bentuk dasar bangunan Gereja Santo Matius Penginjil ialah segi delapan dengan atap yang berlipat. Bentuk ini merujuk kepada kemah yang dipersiapkan oleh Musa hendak membawa bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir. Segi delapan juga mewakili hari yang kedelapan dalam rangkaian Kebangkitan Yesus. Secara topografi, gereja ini berada di atas sebuah bukit.[4]
Gereja Santo Matius Penginjil menyelenggarakan misa harian pada pagi hari. Perayaan Ekaristi mingguan juga diselenggarakan pada Sabtu sore dan pada hari Minggu. Total terdapat lima perayaan ekaristi mingguan.