Latar Belakang
1984 – 1989
Berawal dari wadah pelayanan bersama Pdt. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana, Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo, dan Pdt. Jusuf Soegiarto Soetanto melalui "Surabaya Praise Centre" di bawah naungan GBI Jemaat Bethany, berdirilah Persekutuan Doa "Febe" pada tahun 1984 yang diadakan pertama kali di Jalan Embong Sawo, Surabaya. Setelah mendapat beberapa kali peneguhan serta penajaman panggilan pelayanan, dua tahun kemudian Persekutuan Doa Febe dipindahkan ke lokasi baru di Jalan Cempaka, Surabaya dan berganti nama menjadi Persekutuan Doa "Mawar Sharon" yang bernaung di bawah GBI Bethany Surabaya.
1990 – 1999
Pada tahun 1990, Persekutuan Doa "Mawar Sharon" secara resmi berdiri sebagai gereja di bawah Sinode Gereja Bethel Indonesia sebagai GBI Jemaat "Mawar Sharon" Surabaya, dan tumbuhlah kelompok sel yang bernama KEMAS, PEMASA, dan REMASA. Pada tahun 1992-1995, dibangunlah Bukit Doa Immanuel sebagai wadah pelayanan Oikumene , yaitu rumah doa bagi semua denominasi dan komunitas lintas generasi dengan visi: "Unity, Healing, Revival". Pada tahun 1996, dilakukan peresmian gereja lokal pertama yang berlokasi di Surabaya Barat. Kemudian pada 1998, peresmian gereja lokal pertama di luar kota Surabaya, yaitu di Sidoarjo.
2000 – 2009
Pada tahun 2000, terjadi pembaruan kepemimpinan. Kemudian GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya mengundurkan diri secara baik-baik dari naungan Sinode Gereja Bethel Indonesia dan mendirikan Sinode Gereja Mawar Sharon berdasarkan Kep. Dirjen. Bimas Depag R. I. F/Kep/HK.005/667/4446/2001.
2010 – 2019
Pada tahun 2010, kelompok sel Kemas, Pemasa, Remasa, dan Amasa berubah nama menjadi Connect Group. Pada tahun 2015, diluncurkan buku "Upon This Rock I will Build My Church" untuk merayakan 25 tahun Gereja Mawar Sharon.[1] Kemudian, pada tahun 2017 dilakukan pembangunan kembali gedung GMS Surabaya di Jalan Cempaka, sehingga ibadah untuk sementara diadakan di SIBEC ITC, Surabaya. Tahun 2019, struktur kepemimpinan Sinode Gereja Mawar Sharon diperbarui dalam Surat Keputusan Badan Pengurus Sinode Gereja Mawar Sharon Nomor 094/SK/X/2019/SKG/LAT tentang Pembentukan Wilayah Penggembalaan Otonomi. Wilayah Otonomi 1 dipimpin oleh Pdt. Jusuf Soegiarto Soetanto dan Wilayah Otonomi 2 dipimpin oleh Pdt. Philip Mantofa.
2020 – 2024
Sejak Desember 2021, bertepatan dengan perayaan Natal dan selesainya pembangunan, seluruh kegiatan serta ibadah GMS Surabaya (pusat dari Wilayah Otonomi 1) mulai kembali dilaksanakan di Jalan Cempaka.[2] Lalu Juli 2023, pembangunan gedung GMS 2 Surabaya Barat (pusat dari Wilayah Otonomi 2) di Rooftop Pakuwon Mall selesai dan diresmikan, selanjutnya seluruh kegiatan serta ibadah dilaksanakan di lokasi tersebut.[3] Pada Desember 2024, Gereja Lokal di bawah Wilayah Otonomi 2 mulai menggunakan nama Gereja Misi Sejahtera (untuk yang berada di Indonesia), sedangkan Gereja Lokal di bawah Wilayah Otonomi 2 yang berada di mancanegara disebut sebagai Gospel Mission Stewards Church.
2025 – sekarang
Saat ini Gereja Lokal di bawah naungan Wilayah Otonomi 1 (GMS Surabaya) meliputi Gereja Mawar Sharon yang berada di Surabaya, dan Wilayah Otonomi 2 (berpusat di GMS 2 Surabaya Barat) meliputi Gereja Misi Sejahtera di seluruh Indonesia serta Gospel Mission Stewards Church yang kini berada di mancanegara.