Sejak tahun 2008 gereja sudah memiliki tanah seluas kurang lebih 2 hektar, dan 2 tahun kemudian Uskup Palangka Raya Mgr AM SutrisnaatmakaMSF memberkati gedung pastoran yang dibangun di atasnya. Pembangunan gedung Gereja MBK masih belum terselesaikan karena kolekte dari umat sangat kecil, mengingat sebagian besar umat adalah buruh, sehingga Pastor Agustinus SuyadiDiarsipkan 2017-10-08 di Wayback Machine.OCarm (Pastor Kepala Paroki) menjadi pemulung sampah di sela-sela pelayanannya untuk mendapat tambahan dana demi pembangunan gereja.[2]
Stasi
Paroki Kasongan memiliki 14 stasi; yang paling dekat berjarak 25Â km dari gedung pastoran, yang terjauh 180Â km. Seluruh wilayah paroki (dan stasi-stasinya) dilayani oleh 3 imamKarmelit, 1 frater, 4 suster Canossian,[4] dan beberapa sukarelawan awam.[2]