Pada tanggal 26 Februari 2018 pukul 03:44 waktu setempat (25 Februari, 17:44 UTC), gempa bumi bermagnitudo 7.5 Mw mengguncang Provinsi Hela, Papua Nugini. Pusat gempa berada di 10 kilometer (6,2mi) barat kota Komo. Gempa terasa hingga intensitas IX (hebat) menurut skala mercalli.[2] Sedikitnya 160 orang meninggal dunia dan 300 orang lainnya terluka. Gempa ini adalah gempa bumi paling mematikan di Papua Nugini sejak Gempa bumi tahun 1998
Latar belakang tektonik
Lempeng tektonik di Papua Nugini
Papua Nugini terletak di zona kompleks tumbukan antara lempeng Australia dan lempeng Pasifik, yang menyatu dengan kecepatan 107 mm per tahun di lokasi gempa. Sabuk lipat dan dorong Papua, yang merupakan daerah pegunungan Dataran Tinggi Nugini, membentuk batas antara area Platform Stabil di selatan dan Sabuk Bergerak di utara. Platform Stabil terdiri dari sedikit deformasi kerak benua di lempeng Australia. Sabuk Bergerak terdiri dari serangkaian terran busur dan pecahan benua yang sebelumnya menyatu dengan lempeng Australia. Konvergensi arus pada lipatan dan sabuk dorong diperkirakan mencapai 15 mm per tahun. Dorongan ini bertipe tebal, melibatkan reaktivasi terbalik dari patahan ekstensional yang jauh lebih tua.[3]
Gempa bumi
Gempa utama mengguncang dengan kedalaman 35km utara lereng Gunung Sisa, lalu diikuti dengan gempa susulan bermagnitudo 5.5 Mw 30 menit kemudian.[2] Badan meteorologi setempat di Port Moresby menggolongkan gempa ini sebagai "gempa yang tipikal untuk lipatan dan patahan thrust yang melintang di wilayah Papua".
Gempa susulan
Daftar gempa bumi terbesar (M≥5.0)[4] Earthquakes above magnitude 6 are in bold.
No.
Tanggal (UTC)
Magnitudo
Kedalaman (km)
Catatan
1
2018-2-25 17:44
7.5
35
Gempa utama
2
2018-2-25 18:11
5.5
39
3
2018-2-25 18:26
5.4
35
4
2018-2-25 18:47
5.0
35
5
2018-2-25 19:40
5.3
35
6
2018-2-25 20:17
5.2
35
7
2018-2-25 21:11
5.0
35
8
2018-2-25 21:47
5.2
16.6
9
2018-2-25 22:19
5.0
35
10
2018-2-25 22:28
5.0
35
11
2018-2-25 22:57
5.0
35
12
2018-2-26 02:25
5.0
35
13
2018-2-26 03:10
5.0
35
14
2018-2-26 03:12
5.2
35
15
2018-2-26 05:28
5.0
10.8
16
2018-2-26 07:01
5.1
35
17
2018-2-26 08:26
6.0
23.6
18
2018-2-26 09:19
5.0
60.3
19
2018-2-26 11:56
5.7
13.3
20
2018-2-26 12:29
5.0
40
21
2018-2-26 12:34
5.2
26.7
22
2018-2-26 15:17
6.2
13.8
23
2018-2-26 17:41
5.1
10
24
2018-2-26 18:28
5.5
31
25
2018-2-26 19:21
5.1
21.2
26
2018-2-26 21:52
5.0
10
27
2018-2-27 00:08
5.1
10
28
2018-2-27 00:55
5.0
10
29
2018-2-27 02:15
5.2
10
30
2018-2-27 06:19
5.6
10
31
2018-2-27 07:19
5.2
10
32
2018-2-27 13:58
5.0
14.7
33
2018-2-27 14:11
5.0
14.4
34
2018-2-27 16:19
5.2
10
35
2018-2-27 20:11
5.2
10
36
2018-2-28 02:45
6.0
10
37
2018-2-28 05:22
5.2
10
38
2018-2-28 14:00
5.0
10
39
2018-03-02 00:57
5.0
10
40
2018-03-02 03:01
5.6
28.7
41
2018-03-02 07:59
5.1
10
Dampak dan korban
Papua Nugini
Sebanyak 160 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 500 lainnya terluka.[5] Di Provinsi Hela sedikitnya 80 korban jiwa yang terkonfirmasi, sementara 45 korban dilaporkan berasal dari Provinsi Dataran Tinggi Selatan. Ribuan rumah hancur. Landasan pacu bandar udara Komo terkena dampak parah. Rumah dan harta benda terkubur saat tanah terbuka dan tenggelam. Terdapat 14 orang tewas di Mendi, sementara 18 orang tewas di kawasan Bosavi-Kutubu.[6]
Indonesia
Gempa utama dan gempa susulan menyebabkan kepanikan di Jayapura, ibu kota provinsi Papua, Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemudian mengkonfirmasi bahwa 12 bangunan rusak di Kabupaten Boven Digoel, termasuk masjid, pos militer, dan kantor distrik. Longsor juga memblokir dan merusak ruas jalan.[7]
↑Mahoney L.; Hill K.; McLaren S.; Hanani A. (Juli 2017). "Complex fold and thrust belt structural styles: Examples from the Greater Juha area of the Papuan Fold and Thrust Belt, Papua New Guinea". Journal of Structural Geology. 100: 98–119. Bibcode:2017JSG...100...98M. doi:10.1016/j.jsg.2017.05.010.
↑"Search Results". USGS. Diarsipkan dari asli tanggal 24 September 2017. Diakses tanggal 3 Maret 2018.