Berdasarkan lokasi dan kedalaman hiposenter, maka gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng tektonik yang tersubduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault).[4] Guncangan gempa bumi ini dirasakan terkuat di Kota Tiakur dengan skala V-VI MMI. Di Tepa (Pulau-Pulau Babar), Pulau Wetar, Timor Leste dan Saumlaki gempa dirasakan VI-V MMI. Sementara itu getaran skala III-IV MMI dirasakan di Atambua, Alor, Kupang, Waingapu dan Darwin.[5]