Gempa bumi Illapel 2015 adalah peristiwa gempa bumi megathrust yang terjadi di 46km lepas pantai Illapel, Chili pada tanggal 16 September 2015 pada jam 19.54.33 Waktu Standar Chili (17 September 2015, pukul 05.54.33 WIB) berkekuatan Mw 8,3[1][2] dengan durasi selama 3 menit.[3] Beberapa gempa susulan berkekuatan di atas 6 telah terjadi sejauh ini.[4][5][6][7][8][9][10][11] Pemerintah Chili melaporkan 15 korban jiwa.[12] 34 orang lagi terluka. Di Argentina satu orang meninggal akibat serangan jantung saat evakuasi.
Gempa bumi ini terjadi di thrust fault sepanjang perbatasan Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan. Wilayah-wilayah tersebut biasanya menghasilkan gempa yang besar, dan 15 gempa lain berkekuatan 7 atau lebih telah terjadi di radius 400km dari pusat gempa ini selama 100 tahun belakangan ini.[1]
Lempeng Nazca di sebelah barat berbatasan dengan Lempeng Pasifik dan di sebelah selatan dengan Lempeng Antarktik, masing-masing melalui Punggung laut Pasifik Timur dan Punggung laut Chili. Pergerakan Lempeng Nazca melintasi beberapa titik panas telah menciptakan beberapa pulau vulkanik serta rantai gunung bawah laut yang membentang dari timur ke barat hingga tersubduksi ke bawah Lempeng Amerika Selatan. Lempeng Nazca secara relatif adalah lempeng yang berusia muda, baik ditinjau dari umur batuannya maupun keberadaannya sebagai lempeng yang independen.
Subduksi disepanjang lempeng Nazca pada Chili selatan memiliki banyaknya gempa bumi besar, termasuk yang terbesar yang pernah tercatat di bumi, Gempa bumi Valdivia berkekuatan 9,5 Mw pada tahun 1960
Kerusakan
Sebuah rumah yang rusak di CanelaKerusakan pada struktur tanah di CoquimboSebuah kapal nelayan yang rusak oleh tsunami
Illapel, sebuah kota pedalaman yang merupakan tempat tinggal dari 30.000 orang, dilaporkan langsung tanpa listrik dan air minumnya.[13] Dua hari setelah gempa, sekitar 90.000 orang masih tanpa listrik.[14]
Di Tongoy, "bagian-bagian besar dari pinggiran laut" hancur.[14] Di seluruh wilayah tersebut, setidaknya 500 bangunan hancur, sementara ribuan rumah tepi pantai di Los Vilos rusak ataupun hancur.[20] Sebuah keadaan darurat diumumkan di Coquimbo sehari setelah tsunami, dengan tentara-tentara dikerahkan ke wilayah tersebut.[14]
Evakuasi
Otoritas Chili memerintahkan untuk mengevakuasi wilayah pesisir karena bahaya tsunami,[16] dengan banyak orang di wilayah-wilayah pesisir mendapat peringatan otomatis melalui telepon genggam tidak lama setelah gempa terjadi.[3] Wakil menteri dari kementerian dalam negeri dan keamanan publik melaporkan bahwa evakuasi tersebut mempengaruhi satu juta orang di seluruh negeri.[12] Perintah evakuasi kemudian dibatalkan.[12]