Perkemahan Fort Maxwell, didirikan pada tahun 1817 di Pulo Leat (Pulau Pongok), Selat Gelasa, oleh orang-orang yang selamat dari bangkai kapal HMSAlceste
Perairan di selat ini telah dilayari sejak abad ke-7 Masehi. Pelayaran diadakan oleh para pedagang dari Tiongkok yang berdagang ke Sriwijaya dan Medang menggunakan kapal niaga. Para pedagang lain yang juga berlayar di selat ini ialah pedagang dari Semenanjung Arab, Persia dan India yang menuju ke Sriwijaya dan Medang, serta oleh para pedagang dari Sriwijaya ke Kerajaan Wijayapura di Kalimantan Barat. Pelayaran untuk perdagangan di selat ini dalam zaman kuno berlangsung hingga abad ke-13 Masehi.[4]
Sistem komunikasi kabel laut
Selat ini merupakan salah satu perairan nasional di Indonesia yang menjadi lokasi gelaran sistem komunikasi kabel laut. Tingkat gelaran sistem komunikasi kabel laut merupakan salah satu yang terpadat dibandingkan perairan nasional lainnya di Indonesia. Sistem komunikasi kabel laut yang dibangun di selat ini menghubungkan sistem komunikasi dari selat Malaka dan laut Natuna menuju ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta hingga ke Australia.[5]
Peninggalan
Selat ini merupakan salah satu lokasi tenggelamnya kapal-kapal yang melalui perairan Nusantara. Karena itu, di dalam perairan selat ini dapat ditemukan reruntuhan kapal dan kargo yang menjadi muatan kapal yang tenggelam. Barang-barang temuan dari selat ini dinyatakan sebagai benda cagar budaya milik Indonesia karena lokasi selat yang berada dalam wilayah yurisdiksi Indonesia. Pengecualian yurisdiksi hanya berlaku untuk kapal ataupun pesawat terbang milik negara lain yang tenggelam di selat ini.[6]
↑Hidayat, M. F., dkk. (2023). Kabel Bawah Laut Sinyal Perekat Nusantara(PDF). Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. hlm.44. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Utomo, Bambang Budi (Desember 2016). Warisan Bahari Indonesia(PDF). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. hlm.67. ISBN978-602-433-202-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daftar pustaka
Rangkuti, N., dkk. (2016). Arkeologi Maritim Belitung(PDF). Direktorat Pelestarlan Cagar Budaya dan Permuseuman. ISBN978-979-8250-51-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)