Gambiran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Pusat kecamatan ini berada di Desa Jajag, sebuah daerah padat penduduk yang berada di perlintasan jalur-jalur strategis. Jajag dilalui jalan nasional yang menghubungkan Benculuk dan Banyuwangi Kota di timur dengan Genteng hingga Jember di barat. Di Jajag juga terdapat persimpangan menuju kawasan Banyuwangi selatan seperti Bangorejo dan Pesanggaran.[1] Kecamatan Gambiran terletak tepat di selatan Genteng sebagai pusat ekonomi Banyuwangi barat, dan terdapat Terminal Jajag serta berbagai pusat perbelanjaan, hotel, dan rumah sakit.[2][3] Pada tahun 2004, 6 desa di Kecamatan Gambiran bagian barat dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Tegalsari.[4]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Gambiran
Gambiran adalah kecamatan yang terletak di Banyuwangi barat dan berada tepat di selatan Kecamatan Genteng. Geografi Gambiran berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan yang ditanami komoditas seperti padi dan jeruk siam. Wilayah Gambiran memanjang hingga ke selatan di perbatasan Kecamatan Bangorejo yang dipisahkan oleh Sungai Setail.
Batas wilayah Kecamatan Gambiran adalah sebagai berikut:[5]
↑Wringinagung merupakan pemekaran dari Desa Jajag pada tahun 1995.[7]
Demografi
Candi Manggala Yosomulyo
Gambiran memiliki jumlah penduduk sekitar 69 ribu jiwa berdasarkan data BPS tahun 2024. Sebagian besar penduduknya beragama Islam, yaitu sekitar 66 ribu jiwa atau sekitar 95% dari total penduduk. Agama terbesar kedua adalah Kristen Protestan sekitar 1,6 ribu jiwa disusul oleh Agama Buddha sekitar 1,1 ribu jiwa. Gambiran merupakan kecamatan dengan jumlah umat Buddha terbesar di Banyuwangi. Umat Buddha di kecamatan ini terkonsentrasi di Desa Yosomulyo. Salah satu tempat ibadah Buddha utama di Gambiran adalah Vihara Dhamma Harja di Yosomulyo. Pada tahun 2025, umat Buddha di Yosomulyo membangun sebuah candi modern di dekat Vihara Dhamma Harja dan diberi nama Candi Manggala. Candi ini menjadi wisata religi dan edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat lintas agama. Candi ini memiliki ornamen patung naga di pintunya yang terinspirasi dari berbagai budaya seperti Thailand, Jawa, Bali, dan Tiongkok.[8]