Gagak bangkai merupakan salah satu dari banyak spesies yang pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus di dalam buku Systema Naturaeedisi ke-10 yang diterbitkan pada tahun 1758 dan tetap memakai nama yang digunakan Linnaeus, yaitu Corvus corone.[1]Nama binomial yang dipakai ini diambil dari Bahasa Latin, yaitu corvuscode: la is deprecated yang berarti "raven",[2] dan Bahasa Yunani Kunoκορώνηcode: grc is deprecated yang dibaca korōnēcode: grc is deprecated memiliki arti "gagak".[3]
Spesies ini berukuran 45–47cm dengan rentang sayap 93–104cm dan memiliki berat sekitar 370–650g. Warna bulunya berwarna hitam.[4] Ada kebingungan dalam membedakan gagak bangkai dengan Corvus frugilegus, tetapi paruhC. frugilegus lebih kekar sehingga berukuran lebih pendek. Sayap gagak bangkai berukuran lebih pendek dan lebar dibandingkan C. frugilegus ketika terbang.[5]