GADIS Sampul 1998 diselenggarakan pada Oktober 1998 dengan sponsor utama Vitacimin (Takeda Pharmaceutical Company) dan Nivea. Acara penobatan diadakan pada Jumat, 30 Oktober 1998 di Graha Bakti Budaya yang berada di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tema malam final atau malam penobatan GADIS Sampul 1998 mengambil tema "Asli Indonesia" dengan unsur budaya lokal Indonesia ditambah nuansa kehidupan perkampungan di Jakarta.
Malam Final
Malam Final GADIS Sampul tahun ini sekaligus merayakan ulang tahun majalah GADIS ke 25 tahun. Untuk penampilan panggung disutradarai oleh Ari Tulang dengan konsep dari redaksi GADIS.
Sebelum Pesta Dimulai[2]
Malam Penobatan GADIS Sampul 1998 dengan judul Asli Indonesia ini dikemas dengan unsur Indonesia yang sangat khas. Penonton yang datang ke Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pun mengikuti permintaan panitia untuk mengenakan pakaian dengan sentuhan Indonesia. Pada pukul 18:00, undangan telah datang ke sekitar area Graha Bhakti Budaya yang dihiasi dengan lampion aneka warna.
Penonton yang kebanyakan datang dengan kebaya dan modifikasi kebaya itu diperbolehkan masuk ke dalam lobby Graha Bhakti Budaya pada pukul 18:30. Di lobby Graha Bhakti Budaya dipamerkan foto-foto sampul majalah GADIS sejak tahun 1973 dan pameran pakaian penobatan GADIS Sampul dari awal pemilihan diadakan. Selain itu, terdapat pula stand-stand menarik seperti stand Vitacimin dan stand Teh Botol Sosro.
Pesta Dimulai[2]
Acara dimulai saat panggung yang ditata dengan ornamen mirip sebuah kota dengan hiasan seperti replika telepon umum dab bus kota dengan logo Vitacimin yang memperlihatkan kota modern. Lalu muncullah narasi yang menceritakan tentang dua keluarga yang bertetangga dengan problema anak muda.
Setelah narasi berakhir, layar panggung terbuka dan muncullah delapan penari dari Art Production yang menampilkan tarian yang diiringi lagu "Jak-Jak-Jakarta" dengan balutan busana dari Rangga. Kemudian, muncullah Becky Tumewu dari dalam set bus kota. Ia pun melakukan monolog tentang persiapannya sebagai kakak asuh untuk 14 keponakan barunya (Finalis GADIS Sampul 1998) karena para keponakan yang ditunggu tidak kunjung datang. Padahal, ia sudah menugaskan ketiga keponakannya, Melly Manuhutu, Ira Riswana, dan Andhara Early, menjemput keempat belas keponakan barunya tetapi mereka malah menghilang.
Lalu, muncullah tetangga Becky, Indra Safera, yang cuek dan sok galak tetapi kesepian dan membutuhkan kekasih. Becky, yang gelisah, meminta Indra untuk mencari keponakan barunya tetapi Indra terlihat menolak. Setelah dibujuk, Indra luluh dan mau menemani Becky ke stasiun untuk menjemput 14 keponakan barunya.
Saat Becky dan Indra pergi menjemput keponakannya, muncullah 6 alumni GADIS Sampul (Aimee Juliette, Chiara Sari, Annisa Pohan, Dewi Rezer, Melanie Anggraini, dan Novita Angie) dan 6 model pria (Mark Pieter, Aldebaran, Didi Riyadi, Attar Syach, Rasyid, dan Pierre Rolland) yang memperagakan busana rancangan ABBA yang bertema sporty dan funky. Saat peragaan busana dengan gaya santai, muncullah Melly yang menyanyikan lagu Tokecang.
Usai Melly selesai menyanyikan lagu, ia memanggil kedua saudaranya, Ira dan Early. Melly merencanakan ide jahil untuk mengerjai 14 keponakan baru Tante Becky. Mereka beradu debat tentang taktik untuk menjahili para finalis.
Penampilan Finalis[2]
Setelah tiga keponakan nakal (trio badung) menghilang ke belakang panggung, muncullah hal yang dinantikan oleh para penonton. 14 finalis GADIS Sampul 1998 muncul di panggung dengan busana karya Jeany Johannes, sepatu dari Intermoda, dan aksesoris yang dipersembahkan oleh Rolla Design. Mereka tampak cantik dan percaya diri.
Kemudian, trio badung muncul dan mengerjai para finalis. Tiga gadis nakal itu memberikan komentar lucu dan sedikit nyolot kepada 14 finalis. Namun, hal tersebut terdengar oleh Becky, tante mereka. Mereka bertiga pun kabur saat mendengar suara marah Becky. Meskipun kesal dengan ulah ketiga keponakannya, tetapi Becky lega telah menemukan 14 keponakan barunya. Indra pun muncul dan meminta Becky mengenalkan 14 keponakan barunya.
Finalis nomor 8 sampai 14 pun kembali ke belakang panggung, menyisakan finalis nomor 1 hingga 7 memperkenalkan diri. Saat perkenalan, para finalis dikerjai oleh Indra. Seperti Indah Permatasari yang diminta Indra bermain piano dengan mulutnya dengan nada lagu "My Heart Will Go On" dari film Titanic, Indah Puspa Rini diminta menari dengan musik dari mulut Indra, Anissa Meilani diminta mengarang tentang Indra dalam tiga kalimat, Kennisa Tripatria diminta menjadi model sampo bermerk Vitacimin, Aliyah Natasya diminta menyebutkan nama tiga klub basket di Jakarta dan shoot bola dengan gaya GADIS Sampul, Arinda Dewi, yang wakil ketua OSIS di sekolahnya, diminta melakukan hormat gerak dengan gaya GADIS Sampul, dan Puti Agustia diminta menyanyi lagu "Memori" yang dipopulerkan Ruth Sahanaya. Setiap finalis memeperkenalkan diri, di kanan panggung ditampilkan slide wajah finalis.
Setelah perkenalan finalis nomor 1 hingga 7 selesai, Becky mengajak 7 keponakan barunya ke kafe. Tiba-tiba, muncullah para model yang memperagakan busana dengan tema "Votum" karya Sebastian Gunawan dan Christina yang diiringi lagu "Rindu Ini" dari Warna. Penampilan model kali ini terlihat elegan tetapi masih segar khas remaja.
Panggung pun kembali diisi oleh finalis nomor 8 hingga 14 memeperkenalkan diri dengan tantangan jahil Indra. Dari Adelia Lontoh, yang berkata salah satu hobinya adalah belajar, menuai ledekan dari Indra dan diminta mengucapkan selamat malam dalam Bahasa Jerman, Michelle Abigail diledek karena badannya yang tinggi lalu diminta memeperkenalkan diri dalam Bahasa Perancis, Vania yang diledek oleh Indra dan Becky setelah mendengar alasan Vania ikut GADIS Sampul agar ia menjadi orang terkenal, Dahlia Lukman diminta memperagakan pose memukul bola dengan gaya ala GADIS Sampul, Cut Putri Hazlianda ditanya tentang obyek wisata di Sumatera Utara dan merek bika ambon paling enak di Medan, Novarinta P. Boer diminta pose membawa bendera dengan gaya ala GADIS Sampul tetapi dengan ekspresi cemebrut, dan Meta Nilam Sari disuruh bergaya ala model iklan obat sakit perut.
Irinya Trio Badung[2]
Setelah selesai memeperkenalkan finalis, Becky dan Indra memperkenalkan dewan juri GADIS Sampul 1998 yang terdiri dari Pia Alisjahbana, Brigitta Maria, Wawa Toti, Dimas Djayadiningrat, dan Thomas Djorghi, trio badung kembali membuat ulah di hadapan tante mereka sehingga Becky membentak ketiga keponakannya dengan suara yang kencang. Hal ini membuat Melly tidak sadar memarahi balik Becky. Kemudian, Early memberi tahu tantenya bahwa ini adalah ide Melly yang iri dengan 14 keponakan baru tante mereka yang cantik, pintar, dan berbakat. Ini membuat tiga keponakan nakal Becky takut Becky lebih sayang kepada keponakan barunya.
Setelah mendengar pengakuan Early, Becky memuji mereka dan membuat ketiga keponakaannya tersipu. Karena masalahnya sudah selesai, Becky memberikan kecupan di pipi Indra yang membuat penonton heboh dengan ekspresi Indra yang panik dan kaget.
Saking senangnya, Indra mendendangkan lagu "Andai Ia Tahu", yang dipopulerkan Kahitna, dengan gaya parodi lalu dilanjut dengan menyanyi lagu dangdut "Sedang-sedang Saja" yang membuat penonton tertawa. Lalu, muncul grup M.E sebagai keponakan Indra yang menggoda Oom mereka. Indra yang tidak mengakui perasaannya kepada Becky menghilang ke belakang panggung. Akhirnya, M.E menghibur dengan membawakan dua lagu, "Terbuka" dan "Inikah Cinta". Pada lagu "Inikah Cinta", Indra muncul sebagai penari latar dan pada akhir lagu, M.E mengajak Indra menemui Becky.
Setelah penampilan M.E, panggung kembali diisi oleh model-model yang memperagakan busana karya Ghea Panggabean dengan koreografi model wanita seperti gadis menunggu pacar mereka dan model pria sebagai kekasih yang menjemput mereka. Sementara di kiri panggung, Becky sedang gelisah menunggu seseorang menjemputnya. Penonton menduga yang ditunggu Becky adalah Indra. Ternyata pria yang ditunggu Becky adalah Iwa K yang menaiki becak. Kemudian Iwa merayu Becky dengan lagu rap "Bila Kau Ada Di Sini" dan dilanjutkan dengan lagu "Malam Indah" dengan ditemani para penari dan tiga backing vokal. Di akhir penampilan, Becky mengecup Iwa dan membuat Indra, yang melihat dari jauh, cemburu.
Becky pun kesal dengan Indra yang cemburu. Indra diusir Becky dari teras rumahnya. Indra pun melampiaskan kekecewaannya dengan memparodikan lagu "Tak Ada Waktu" dan "Tolong Bu Dokter". Ulah Indra membuat penonton kembali terpingkal-pingkal.
Kemudian, panggung dengan latar kota dinaikkkan dan muncullah band GIGI yang menjadi penampilan puncak malam final GADIS Sampul 1998 dengan tiga lagu hits mereka "Kurindukan", "Di Manakah Kau Berada", dan "Terbang".
Penampilan GIGI sekaligus menjadi hiburan penutup sebelum pengumuman pemenang. Penonton terhibur dan puas dengan penampilan seluruh pengisi acara. Kemudian, panggung berganti dekorasi untuk penobatan GADIS Sampul 1998.
Tangis Haru Sang Juara[3]
Penobatan pemenang adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, dari finalis hingga penonton yang hadir. Saat Indra Safera muncul bersama Becky Tumewu muncul dan memulai acara penobatan dengan membuka acara penobatan dengan suara lantang. Tepuk tangan para penonton mengiringi langkah finalis yang memakai baju kebaya dan batik yang dirancang oleh Adjie Notonegoro.
Dekorasi panggung pun berubah dengan latar belakang gunungan wayang berwarna merah dan ornamen kupu-kupu sebagai pemanis. Di bagian kiri dan kanan panggung dihiasi bunga-bunga ukuran besar dengan paduan warna merah, pink, dan kuning.
Ketika finalis berdiri dengan anggung di panggung, Becky bertanya dengan manja bahwa siapakah dari 14 keponakannya yang akan menjadi juara. Lalu, Indra dan Becky mengumumkan hadiah yang diterima oleh 14 finalis. Jumlah hadiah yang banyak membuat sebagian penonton bergumam kagum.
Pengumuman pemenang pun dimulai, berikut adalah momen saat pengumuman pemenang:
- Untuk Favorit Pilihan Pembaca, Becky mengundang M.E untuk membacakan pemenangnya sekaligus menyerahkan selempang dan hadiah. Finalis yang terpilih dari 1.825 kartu pos dari 2.512 pembaca adalah Vania, finalis asal Jakarta.
- Untuk Pemenang III, Becky dan Indra mengundang Teddy Syach dan Dwi Deninta mengumumkan finalis yang menjadi pemenang III. Dan finalis yang terpilih adalah Puti Agustia dari Jakarta.
- Setelah pengumuman pemenang III, Becky dan Indra mengundang Alex Abbad dan Jihan Fahira membacakan pengumuman Pemenang II. Finalis yang beruntung mendapatkan gelar pemenang II adalah Dahlia Lukman dari Jakarta.
- Saat yang ditunggu pun tiba, siapakah GADIS Sampul 1998. Becky dan Indra pun memanggil Eunike Fedora Sinulingga, GADIS Sampul 1997, untuk menobatkan pemenang I GADIS Sampul 1998. Ia pun berjalan mengitari panggung dengan diiringi lagu tema GADIS Sampul ciptaan Yovie Widianto dan dinyanyikan oleh Krisdayanti. Saat lagu selesai, Eunike pun berhenti di dekat Novarinta P. Boer dan terjadi hal yang tidak diduga. Novarinta terkejut dan berusaha menjauhi Eunike yang terus meyakinkan bahwa Novarinta adalah GADIS Sampul 1998. Setelah gunungan wayang (sebagai gimmick untuk GADIS Sampul 1998) dan piala berada di tangan Novarinta, seketika ia menangis terharu. Usai penobatan, ditengah momen peluk cium, Novarinta mengaku ia tidak menyangka bahwa dirinya terpilih menjadi pemenang.