Sistem: Sistem pengendali tembakan meriam utama TAKS-100/76GFCS, Sistem pengendali tembakan rudal anti-kapal ATMACA 100/AFCS, Sistem pengendali tembakan rudal pertahanan udara HİSAR 100N/FCS, Sistem Sounder KULAÇ, Sistem pengukuran meteorologi DEMES, Pengarah elektro-optik AHTAPOT-100, PIRI-100 IRST, Sistem giroskop ANS 510-M,[3] Sistem Penerima Peringatan Laser Canggih LIAS 200-N,[1] Sistem Manajemen Jejak Inframerah,[1] Sistem Pengintaian dan Pengawasan SeaEye-AHTAPOT EO[2]
Sonar: Sonar yang dipasang di lambung FERSAH 100N/MF[2]
Komunikasi: SATCOM, Link 11/16, Jaringan Area Lokal Link 22, Sistem Komunikasi Internal, Telepon bawah air[1][4]
Sistem Tempur: Sistem Manajemen Pertempuran ADVENT,[1] Sistem tempur terintegrasi GEMS, Sistem IdentIFF M5 TPX & I/LR IFF, Sistem tempur satelit AcroSAT Ku-120-M, Sistem tempur satelit AcroSAT Ku-150-M[5]
Fregat kelas Istanbul (juga dikenal sebagai kelas TF-100, MILGEM II, İstif dan I) adalah sebuah kelompok dari sepuluh fregat multi-peran yang saat ini sedang dibangun untuk Angkatan Laut Turki dan TNI Angkatan Laut.[11][12][13][14] Dikembangkan dibawah program kapal perang nasional MILGEM sebagai fregat kelas I, kelas Istanbul adalah versi korvet anti-kapal selam kelas Ada yang diperbesar, dengan daya tahan yang ditingkatkan dan Sistem Peluncuran Vertikal MIDLAS (VLS) untuk kemampuan multi-peran.[6]
Kelas Istanbul berawal dari proyek MILGEM Turki untuk mengembangkan kapal perang nasional dan industri pembuatan kapal perang. Program ini menyerukan pembangunan keluarga kapal perang dalam tiga kelas, di mana semua kapal akan dirancang dengan tingkat kesamaan yang tinggi. Produk pertama dari proyek ini muncul sebagai korvet anti-kapal selam/patroli kelas Ada. Kelas Istanbul, awalnya dikenal sebagai kelas TF-100 di bawah nama MILGEM-G, termasuk dalam fase pengembangan kedua, di mana struktur kapal kelas Ada diperluas untuk menampung kemampuan multi-peran.[butuh rujukan]
Desain
Model TCG Istanbul (F-515)
Kelas Istanbul[17] merupakan varian yang diperbesar dari kelas Ada dan akan memiliki lambung yang sedikit lebih besar untuk meningkatkan daya tahan. Selain mempertahankan persenjataan, sistem perlindungan diri, dan sistem peperangan anti-kapal selam dari kelas Ada,[18] Kapal kelas Istif akan memiliki dua kali lipat jumlah rudal anti-kapal[18] dan akan dilengkapi dengan sistem peluncuran vertikal MDAS buatan dalam negeri,[6] mampu menembakkan rudal HISAR dan rudal lainnya, bersama dengan sistem lain untuk meningkatkan kemampuan tempur multi-peran. Pengalaman dan pengetahuan teknologi yang diperoleh dengan kelas Istanbul akan memainkan peran penting dalam menentukan karakteristik desain dan proses pengembangan kapal perusak kelas TF-2000, serta pemilihan sistem dan peralatan yang akan digunakan pada kapal perang yang jauh lebih besar dan lebih mumpuni ini.[butuh rujukan]
Kapal pertama dikelasnya, TCG Istanbul, diletakkan lunasnya pada tanggal 19 Januari 2017. Sebagai kapal perang modern kelima dan terbesar yang dirancang dan dibangun sepenuhnya di Turki, diklaim bahwa setidaknya 75% dari sistemnya akan diproduksi di dalam negeri.[19] Upacara pemotongan baja tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Turki Fikri Işık dan para perwira militer senior, termasuk Laksamana Bülent Bostanoğlu, Komandan Angkatan Laut Turki.[butuh rujukan]
Pembangunan memakan waktu enam tahun dan kapal tersebut ditugaskan kedalam layanan pada tanggal 19 Januari 2024.[20][21]
Ekspor
Dinyatakan bahwa pada Laporan Tahunan Aselsan 2023 tentang fregat kelas Istanbul diekspor ke negara Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya.[22]
Galangan kapal PAL Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan TAIS Shipyards mengenai pengadaan fregat kelas Istanbul pada bulan Juni 2025. Menteri Pertahanan Indonesia menandatangani kontrak pengadaan dua fregat pada tanggal 26 Juli 2025.[23] Pada tanggal 19 Januari 2026, selama pameran DIMDEX 2026 di Doha, Qatar, TAIS Shipyards menandatangani perjanjian senilai US$1 miliar dengan Barzan Holdings dari Qatar untuk memasok TCG İzmir dan İçel untuk TNI Angkatan Laut. Barzan Holdings akan memberikan pinjaman kepada Indonesia untuk pengadaan kapal fregat tersebut.[24] Media Turki Defence Turk mengklaim bahwa perjanjian ekspor tersebut belum dapat dikonfirmasi karena masih ada beberapa hal yang "dalam tahap negosiasi".[25]
Kapal dikelasnya
TCG Istanbul (F-515), kapal pemimpin dari fregat multi-peran kelas Istif Angkatan Laut Turki, saat melintasi selat Bosporus dalam rangka perayaan 100 tahun Republik Turki.