Biografi
Kehidupan awal
Francis Schulte lahir pada 23 Desember 1926, di Philadelphia, Pennsylvania, sebagai anak tunggal dari pasangan Francis Xavier Schulte, seorang apoteker, dan istrinya, Katherine (née Bible) Schulte.[2] Orangtuanya membaptisnya dengan kedua marga mereka.[3] Pada masa kecil, orangtuanya memasukkannya ke Norwood Academy for Boys di Philadelphia.[2] Schulte kemudian belajar di St. Joseph's Preparatory School, Philadelphia.
Memutuskan untuk menjadi imam, dengan dukungan kuat ibunya, Schulte masuk ke St. Charles Borromeo Seminary di Philadelphia. Ia kemudian belajar di Universitas Pennsylvania, Philadelphia, meraih gelar Master of Political Science. Schulte kemudian melakukan pembelajaran kelulusan lainnya di Universitas Oxford, Inggris, dan di Harvard Graduate School of Education, Cambridge, Massachusetts.
Uskup Wheeling-Charleston
Pada 4 Juni 1985, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Schulte menjadi uskup keenam Wheeling-Charleston.[5]
Uskup Agung New Orleans
Paus Yohanes Paulus II mengangkat Schulte sebagai uskup agung kedua belas New Orleans pada 6 Desember 1988. Ia dilantik pada 14 Februari 1989.[4] Perpindahan populasi di keuskupan agung tersebut memaksa Schulte untuk menutup atau menggabungkan banyak paroki. Ia juga merestruktur sistem sekolah dari keuskupan agung tersebut.[3]
Schulte menjabat sebagai ketua Komite Pendidikan Konferensi Waligereja Amerika Serikat, membantu menulis dan meneliti dokumen tentang peran uskup dan uskup agung lokal yang harus bermain dalam universitas-universitas Katolik dalam yurisdiksi mereka.[6] Pada 1992, ia membuat proses formal pertama keuskupan agung tersebut dalam menghadapi keluhan pelecehan seksual oleh para imam atau karyawan gereja lainnya.[7] Selain tugas Schulte dalam keuskupan agung tersebut, pada 1992, ia juga memegang kepemimpinan Ordo Makam Kudus untuk Amerika Serikat Tenggara, dengan diangkat menjadi priorat besar wilayah tersebut.[8]
Pensiun
Pada 3 Januari 2002, Paus Yohanes Paulus II menerima pengunduran diri Schulte sebagai uskup agung New Orleans.[4] Setelah didiagnosis mengidap kanker prostat pada 2005, para dokternya menyarankan agar ia pindah ke Philadelphia untuk pengobatan karena New Orleans sedang menghadapi dampak Hurikan Katrina.[2]
Setelah menjalani waktu di sebuah panti jompo di Philadelphia, Francis Schulte meninggal disana pada 17 Januari 2016, dalam usia 89 tahun.[4] Jasadnya disemayamkan di Basilika Katedral Santo Louis, Raja Prancis, New Orleans.[2]