Pantai Gading memenangkan pertandingan di waktu normal dengan skor 2-1. Dengan kemenangan ini, Pantai Gading memenangkan gelar Piala Negara-Negara Afrika ketiganya,[2] Nigeria unggul terlebih dahulu pada menit ke-38 melalui gol William Troost-Ekong, tetapi Pantai Gading membalikkan keadaan melalui gol Franck Kessié pada menit ke-62 dan Sébastien Haller pada menit ke-81. Simon Adingra dianugerahi penghargaan pemain terbaik atas penampilannya dipertandingan ini.[1]
Latar belakang
Sepanjang keikutsertaan di Piala Negara-Negara Afrika, ini adalah final kedelapan bagi Nigeria, sedangkan Pantai Gading ini adalah final kelimanya.
Pada awal turnamen Pantai Gading bukan tim unggulan, bahkan sempat mengganti pelatih ditengah turnamen.[3]
Perjalanan ke final
Dalam pertandingan pembuka, Nigeria bermain imbang 1-1 dengan Guinea Ekuatorial, Satu-satunya tembakan tepat sasaran Guinea Ekuatorial dicetak oleh Iban Salvador pada menit ke-36 dan disusul gol penyeimbang Victor Osimhen. Nigeria menang 1-0 melawan Pantai Gading di pertandingan berikutnya setelah mendapatkan tendangan penalti yang dikonversi oleh William Troost-Ekong di babak kedua, di pertandingan terakhir babak grup Nigeria menang 1-0 melawan Guinea-Bissau dan menempati posisi kedua di Grup A.
Nigeria menang 2-0 di pertandingan babak 16 besar melawan rivalnya Kamerun melalui performa lini tengah yang dominan. Ademola Lookman mencetak kedua gol untuk Nigeria. Pada perempatfinal Nigeria menghadapi Angola dan menang dengan skor 1-0, gol dicetak oleh Ademola Lookman, sekaligus membawa Nigeria ke semifinal untuk menghadapi Afrika Selatan. Nigeria berhasil lolos ke final setelah menang adu penalti dengan skor 4-2 setelah sebelumnya berbagi angka 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai.
Tuan rumah Pantai Gading lolos dari babak grup sebagai peringkat tiga terbaik. Pada babak 16 besar menang 5-4 melalui babak adu penalti menghadapi Senegal. Di perempatfinal menang 2-1 menghadapi Mali, serta menang 1-0 di semifinal menghadapi Tim nasional sepak bola Republik Demokratik Kongo.
↑Setiap tim hanya diberikan tiga kali kesempatan untuk melakukan pergantian pemain, dengan kesempatan keempat pada perpanjangan waktu, tidak termasuk pergantian pemain pada babak pertama, sebelum dimulainya babak tambahan, dan pada babak pertama pada babak perpanjangan waktu.