Piala Indonesia adalah kompetisi resmi piala domestik untuk klub-klub sepak bola di Indonesia. Pertama kali digelar pada tahun 1985 sebagai Piala Liga, yang berjalan hingga tahun 1993 di bawah kompetisi Galatama.
Setelah unifikasi kompetisi di musim 1994-95, Piala Indonesia sempat vakum dan kemudian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menghidupkan kompetisi ini dengan nama Copa Indonesia pada tahun 2005. Secara tradisi, kompetisi ini melibatkan klub-klub dari seluruh lapisan kompetisi sepak bola Indonesia.[1]
Melalui kompetisi Piala Indonesia, klub-klub dari luar Liga Super memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Liga Super. Bagi klub-klub divisi terendah, merupakan kebanggaan dapat mengukur kemampuan melawan klub-klub besar bahkan menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi pembunuh raksasa jika mampu mengalahkan klub-klub dari divisi di atasnya.
Juara Piala Indonesia berhak lolos ke AFC Champions League Two untuk musim berikutnya. Sejak pertama kali digelar, Krama Yudha Tiga Berlian dan Sriwijaya FC menjadi klub paling sukses dalam kompetisi ini dengan raihan tiga gelar juara.[2][sumber tepercaya?][1][3]
Sejarah
Piala Indonesia digelar untuk pertama kalinya pada tahun 1985 dan disponsori Milo, sehingga ajang tersebut dikenal dengan nama Piala Liga Milo I 1985. Edisi pertama hanya diikuti oleh 9 tim peserta yang selurunya berasal dari Galatama. [1]
Setelah era unifikasi liga di musim 1994/1995, Piala Indonesia sempat vakum cukup lama dan kemudian dihidupkan kembali dengan nama Copa Indonesia, dimana PT HM Sampoerna melalui produk Dji Sam Soe menjadi sponsor utama, sehinnga kompetisi dikenal dengan nama Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005. Kompetisi Copa Indonesia 2005 melibatkan 92 tim yang terdiri dari 36 klub Divisi Utama, 40 klub Divisi Satu dan 16 klub Divisi Dua.[4]
Klub yang mampu menjuarai turnamen ini berhak mewakili Indonesia di ajang Liga Challenge AFC. Ada beberapa penghargaan di turnamen Piala Indonesia, selain dari piala bergilir.
Final Piala Indonesia 2008-09 diwarnai dengan tindakan Persipura yang menyatakan walkover pada menit ke-60 saat kedudukan 1–0 untuk keunggulan Sriwijaya FC. Hal ini menyebabkan Sriwijaya FC dinyatakan menang 4–0. Setelah kasus ini, muncul isu bahwa Persipura akan mengalami penurunan kasta atau mengundurkan diri dari Liga Indonesia dan bergabung dengan A-League(Liga Australia), tetapi kemudian pada edisi selanjutnya mereka tetap bermain dalam kompetisi lokal Indonesia.
Setelah vakum lebih dari 5 tahun, final Piala Indonesia 2018-19 dilaksanakan dengan sistem kandang-tandang, di mana sebelumnya menggunakan sistem satu pertandingan. Pertandingan kedua sempat ditunda setelah terjadi penyerangan pada bus pemain Persija saat akan melakukan sesi latihan.[27]