Filosofi Unix adalah sejumlah norma dan budaya serta pendekatan filosofis untuk pengembangan perangkat lunak yang minimalis dan modular. Filosofi ini dipelopori oleh Ken Thompson dan didasarkan pada pengalaman para pengembang terkemuka dari sistem operasiUnix. Sejak awal para pengembang Unix ini berperan dalam memperkenalkan konsep modularitas dan penggunaan kembali kode-kode pemrograman dalam praktik rekayasa perangkat lunak. Seiring dengan waktu, para pengembang terkemuka Unix menetapkan beberapa norma budaya untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut, dan norma-norma ini menjadi sama pentingnya dengan teknologi Unix itu sendiri. Filosofi Unix secara umum menekankan pada pembangunan kode yang sederhana, ringkas, jelas, modular, dan dapat diperluas secara mudah serta dapat digunakan kembali oleh pengembang lain, selain penciptanya. Filosofi Unix ini lebih memprioritaskan pada kemampuan komposisi program daripada desain monolitiknya.[1]