Ficus albipila atau yang sering disebut sebagai kayu lian di Indonesia, adalah spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Moraceae (suku ara-araan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama pohon lelas, leles, atau leses (Jawa)[1] ini berasal dari bioma beriklim tropis basah, dengan rentang sebaran mulai dari India selatan hingga Queensland utara dan timur.[2] Nama ilmiahnya pertama kali dipublikasikan oleh botanis Friedrich Anton Wilhelm Miquel pada 1888.[1]
Pemerian
Pohon ini merupakan peluruh yang dapat tumbuh hingga mencapai 35 (–45) m; panjang batang hingga 20 m, diameter 1 m, dengan penopang hingga tinggi 5 m. Daun berseling; helaian daun lonjong hingga pentagonal, panjang (10–) 15–19 cm, lebar (4,5–) 7–11 cm, berbentuk hati di pangkal, tepi bergerigi atau penuh, ujung runcing memanjang, sedikit berbulu hingga gundul di sisi atas, berbulu lebat di sisi bawah; urat daun lateral 10–13 pasang, menonjol; tangkai daun panjang 3–7 cm, berbulu; stipula panjang hingga 2 cm, berbulu lebat dengan rambut keputihan. Buah ara berbentuk bulat hingga ± piriform, diameter 1,2–2 cm, kuning, jingga, merah muda atau merah, berbulu; ostiol diameter 2–3 mm, sedikit menonjol; braktea basal 3, membentuk kerah tepat di bawah badan ara; tangkai daun panjang hingga 1 cm, berbulu. Bunga jantan dan betina berseling, bertangkai, dikelilingi bulu-bulu lebat; tepal 3 atau 4.[3]
Sebaran dan habitat
Kayu lian tersebar luas di Asia Tenggara, juga di Malesia; di Australia terdapat di Queensland di wilayah Cape York.[3] Habitatnya adalah hutan hujan dataran rendah dan dataran tinggi yang berkembang baik di berbagai lokasi.[3]