Festival Film Jakarta atau yang lebih dikenal dengan FFJ adalah penghargaan bagi insan perfilman yang diadakan sejak 2006.[butuh rujukan] FFJ diselenggarakan oleh stasiun TV Jak-TV dan Tabloid Bintang Indonesia (2006), Tabloid Cek & Ricek (2007).[butuh rujukan] Penghargaan ini dipilih oleh wartawan (bukan dengan sms atau dewan juri seperti penghargaan film yang lain. FFJ memiliki beberapa tahap sebelum malam puncak penyerahan penghargaan kepada pemenang yang ditayangkan di Jak-TV.[butuh rujukan]
FFJ diawali dengan lokakarya yang diikuti oleh seluruh wartawan yang akan menjadi juri awal. Lokakarya inidimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para wartawan guna mem-verifikasi film peserta FFJ. Mulai dari bidang pemeranan, penyutradaraan, penulisan skenario, Music Score, fotografi hingga penyuntingan. Lokakarya ini dipandu oleh insan perfilman Indonesia. Ria Irawan dan Lukman Sardi berbagi pengetahuan dengan para wartawan mengenai pemeranan. Dimas Djayadiningrat dan Ody C. Harahap membeberkan trik dan rahasia sukses mereka selama menjadi sutradara. Kemudian Joko Anwar, Prisma Rusdy dan Salman Aristo memberikan materi menulis skenario. Cesa David, Sastha Sunu, Aghi Narotama dan Theorsi Argeswara membagikan pengalaman mereka dalam penyuntingan dan music score. Agni dan Faozan Rizal membagi pengalamannya dalam sinematografi. Dalam proses verifikasi ini tercatat 25 wartawan masuk menjadi juri. Para wartawan diberi kebebasan penuh untuk menentukan film dan para insan perfilman Indonesia yang akan menjadi nomine sesuai dengan kategori yang sudah ditentukan sebelumnya.[butuh rujukan]
Film yang masuk dalam verifikasi adalah film yang beredar di bioskop dalam kurung waktu setahun. Di sinilah Festival Film Jakarta berperan, karena selain sebagai wadah untuk menyeleksi bagi yang terpilih, acara ini juga dibuat sebagai penyemangat bagi sineas indonesia agar bisa menghasilkan film-film bermutu lainnya dikemudian hari.[butuh rujukan]
Layar Tancep
Rangkaian dari Menuju Festival Film Jakarta, salah satunya adalah memberikan hiburan kepada masyarakat secara gratis, yaitu dengan mengadakan Off Air “Layar Tancep”. Karena bagaimanapun FFJ adalah milik masyarakat. Acara ini diadakan oleh panitia FFJ setiap hari Sabtu selama 3 minggu berturut-turut: Beberapa film yang diputar adalah film peserta FFJ 2006 dan 2007 antara lain:[butuh rujukan]