Beberapa koleksi lainnya adalah keris, tombak, pedang dan badik dari berbagai kerajaan Nusantara, uang logam, patung dan lukisan dari berbagai maestro seniman Indonesia, rokok yang di produksi di Indonesia, tekstil/ kain tua dari berbagai daerah serta kacamata dari beberapa tokoh.[3]
Latar belakang
Oleh karena itu, demi cintanya kepada buku, Fadli Zon mendirikan Fadli Zon Library sebagai sebuah tempat mengoleksi berbagai jenis buku dan berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas.
"Saya ingin membangun oase intelektual. Banyak orang Indonesia tidak suka baca. Mudah-mudahan perpustakaan ini bisa menginspirasi orang yang punya kemampuan lebih besar dari saya, juga membangun pusat intelektualisme yang bisa mencerdaskan masyarakat daripada membuat ruang-ruang kosong yang hanya aktif saat pilkada,” tutur Fadli Zon
Fadli Zon Library beralamat di Jalan Danau Limboto C2/ 96, Pejompongan, Jakarta Pusat 10210.
Perpustakaan ini terdiri dari 3 lantai; lantai pertama dijadikan ruang kerja pribadi Fadli Zon, ruang kerja staf, dan ruang tamu; lantai dua dijadikan ruang koleksi buku dan tosan aji serta ruang kerja staf; dan dilantai tiga dijadikan ruang koleksi buku, tosan aji, piringan hitam, koran tempo dulu, perangko, uang lama, bungkus rokok, dan ruang diskusi. Disetiap lantai terpajang koleksi lukisan dan patung dari banyak seniman.[5]
Koleksi
Salah satu sudut perpustakaan
Koleksi Buku
Beberapa koleksi buku yang tersimpan di Fadli Zon Library diantaranya adalah: Amboinsch Kruid-Boek karya Georgius Everhardus Rumphius terbitan tahun 1747 dan Mekka karya Dr. C. Snouck Hurgonje terbitan tahun 1889. Selain kedua buku tua tersebut, di Fadli Zon Library masih banyak lagi tersimpan buku-buku terbitan abad ke-19 yang sudah langka keberadaannya. Sebagian koleksi buku yang tersimpan di Fadli Zon Library juga sudah ditandatangani oleh pengarangnya.
Selain buku tua, koleksi buku Fadli Zon Library yang berada dilantai dua dan tiga perpustakaan, juga terdiri dari berbagai buku terbitan tahun-tahun terakhir baik dari dalam maupun luar negeri. Seluruh katalog buku koleksi Fadli Zon Library dapat dilihat di situs perpustakaan. Untuk menikmati berbagai koleksi buku tersebut, masyarakat dapat mengunjungi langsung kantor Fadli Zon Library, namun koleksi hanya dapat dibaca ditempat, tidak boleh dibawa pulang.
Koleksi Naskah Kuno
Fadli Zon Library mengkoleksi seratusan lebih naskah kuno asli tulisan tangan dengan media kertas dan lontar, Serat Cebolek, Serat Centhini (1831), dan serat wulangreh. Tulisan tangan ISKS Pakubuwono IV yang dibuat pada 4 Januari 1902 merupakan beberapa serat kuno yang ada dalam koleksi Fadli Zon Library.[6]
Koleksi Koran Tempo Dulu
Fadli Zon Library memiliki koleksi tidak kurang dari 500 terbitan koran tempo dulu. Beberapa diantaranya: Koran Selompret Melajoe edisi 1862, Koran Madoera-Shuu edisi 1875, Koran Kediri-Shuu (1875), Koran berbahasa Tionghoa Sinpo (1922-1960), Koran Kengpo (1924-1957), dan Koran-koran terbitan 1930 sampai dengan 1960-an.
Koleksi Prangko dan Uang
Koleksi perangko Fadli Zon Library terhimpun dalam 4 (empat) Davo Album yang menampilkan koleksi perangko Indonesia sejak tahun 1949. Selain itu, Fadli Zon Library juga mengkoleksi puluhan ribu perangko masa penjajahan Belanda dan perangko dari luar negeri. Sedangkan koleksi uang Fadli Zon Library terdiri dari koleksi uang kertas dan uang logam yang jumlahnya mencapai ribuan.
Tidak kurang dari 750 lukisan menjadi koleksi Fadli Zon Library yang terpajang mulai dari lantai 1 hingga lantai 3. Lukisan yang menjadi koleksi Fadli Zon Library sebagian besar adalah karya lukis dari maestro seni lukis nasional. Beberapa diantaranya adalah: Pemandangan Bali karya Dullah, Ranah Minang karya Wakidi, Kunjungan Presiden Soekarno ke Peking karya Henk Ngantung.
Koleksi Patung
Koleksi Patung Fadli Zon Library sekitar 300 patung karya para maestro seniman patung nasional, seperti Trubus, Hendra Gunawan, dan Zaini. Selain itu, Fadli Zon Library juga mengkoleksi patung-patung tradisional dari suku-suku di tanah air.
Koleksi Tosan Aji
Koleksi Tosan Aji yang terdiri dari keris, tombak, dan pisau menghiasi lantai 2 dan lantai 3 Fadli Zon Library. Tidak kurang dari 500 keris, tombak, dan pisau menjadi koleksi Fadli Zon Library, diantaranya Keris Kembang Kacang Lambegajah dengan pamor Pedaringan Kebak yang dibuat pada Zaman Luwu Bugis Abad ke-7 Masehi, Keris LUK 11 Sabuk Inten dengan pamor Winih (Benih) yang dibuat oleh Empu Supo pada Zaman Majapahit Abad ke-14 Masehi, Keris LUK 9 Rangka Ladrang Solo dengan pamor Tumpuk (Timbun) dibuat oleh Empu Pitrang pada Zaman Blambangan Abad ke- 14, Tombak Lurus Daun Sirih dengan pamor Pedaringan Kebak Wengkon dibuat oleh Empu Sedah pada Zaman MajapahitAbad ke-15, dan Tombak Lurus Segi Empat Cacing Kanil dengan pamor Dwi Warno yang dibuat oleh Empu Pitrang pada Zaman Blambangan Abad ke-14.
Koleksi Piringan Hitam
Tidak kurang dari 1.500-an piringan hitam (PH) dari artis dalam negeri maupun luar negeri mengisi koleksi Fadli Zon Library. Koleksi piringan hitam yang lengkap dengan Gramophone yang menjadi koleksi Fadli Zon Library diantaranya: Stamboel II yang dinyanyikan oleh Miss Riboet (Miss Riboet Record, 1931), Bapisah Bukanjo Batjarai oleh Orkes Melaju Gumarang (P’rindu Record), Dendang Sajang dengan penyanyi Vivi Sumanti dan Frans Daromes (Canary Record), Kompor Mleduk yang dinyanyikan oleh duet Benjamin Sueb dan Ida Rojani (Indah Record), dan Mata Indah Bola Pingpong oleh Iwan Fals (Musica Record). Sedangkan koleksi piringan hitam dari penyanyi luar negeri diantaranya: PAT yang dinyanyikan oleh Pat Boone (DOT), Singing the Blues oleh Connie Francis (MGM), dan Vaya Con Dios oleh Trio Los Panchos (Philips).
Koleksi Rokok
Koleksi unik yang ada di Fadli Zon Library adalah koleksi rokok yang berjumlah tidak kurang dari 100 merek dagang rokok. Koleksi tersebut bukan koleksi bungkus atau cangkang bekas rokok, tetapi rokok yang masih dalam bungkusnya. Sebagian besar koleksi rokok adalah rokok-rokok yang beredar di daerah pedesaan, terutama Jawa.
Beberapa rokok, merek dan bentuknya tidak umum dan bahkan tidak pernah ada yang mengira kalau itu adalah merek dagang rokok. Selain rokok, Fadli Zon Library juga mengkoleksi kertas untuk melinting tembakau atau yang biasa disebut papir. Beberapa koleksi rokok diantaranya: Rokok Klembak Menyan Wahid Baru (Purwokerto), Rokok Klembak Menyan Siluman (Gombong), dan Sigaret Kretek Dji Dji Moe 225 (Bandung).
Aktivitas
Selain memberikan layanan kepustakaan, Fadli Zon Library yang bebas asap rokok ini juga secara berkala menyelenggarakan diskusi terbatas membahas masalah sosial, politik, dan ekonomi yang berkembang di masyarakat. Beberapa kegiatan Fadli Zon Library diantaranya:
Diskusi/Kajian
Kegiatan diskusi dimaksudkan sebagai wahana untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, saling berbagi pencerahan, dan mencari solusi pemecahan masalah yang terbaik atas berbagai masalah yang sedang menerpa bangsa dan Negara Indonesia.
Di dalam setiap diskusi yang diselenggarakan di Fadli Zon Library, selalu mendatangkan tokoh/ narasumber yang betul-betul menguasai tema yang akan diangkat. Sehinggi diskusi dapat berjalan dengan kualitas yang bermutu.
Penerbitan Buku
Sebagai salah satu cara menyebarkan ilmu pengetahuan, Fadli Zon Library juga rutin menerbitkan beberapa buku berkualitas untuk dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Beberapa buku yang telah diterbitkan oleh Fadli Zon Library diantaranya adalah:
Jatuh Bangun Pergerakan Islam di Indonesia, Karya Rosihan Anwar (FZL, 2011)
Hari Terakhir Kartosoewirjo 81 Foto Eksekusi Imam DI/TII (FZL, 2012)[7]
Rekor MURI
Koleksi keris di perpustakaan ini
Pada 1 Juni 2011, Fadli Zon Library memperoleh tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia dalam kategori:[8]
Perpustakaan pribadi dengan koleksi keris terbanyak,
Perpustakaan pribadi dengan koleksi koran tua terbanyak,
Perpustakaan pribadi dengan koleksi piringan hitam terbanyak.
Pada 1 Oktober 2012, Fadli Zon Library kembali memperoleh tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia dalam kategori:[9]
Perpustaan pribadi dengan koleksi mata uang logam kuno terbanyak,
Perpustaan pribadi dengan koleksi jumlah buku terbanyak,
Perpustaan pribadi dengan koleksi prangko terbanyak.
Pada 1 Juni 2015, Fadli Zon Library memperoleh 1 rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia dalam kategori:[10]
Perpustakaan pribadi dengan koleksi Cincin Batu Akik Terbesar.
Jam kunjungan
Perpustakaan ini dapat dikunjungi dari Senin-Jumat pada pukul 09.00 – 15.00 wib, sedangkan pada Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional perpustakaan akan tutup.[butuh rujukan]