Artikel ini mungkin berisi materi seksual yang eksplisit. Wikipedia tidak bertanggung jawab atas konten yang mungkin tidak sesuai bagi sebagian pembaca. Lihat penyangkalan isi.
Depiction of a facial cumshot, in which a man ejaculates semen onto a woman's face.
Facial adalah istilah untuk aktivitas seksual di mana seorang pria berejakulasi semen ke wajah pasangan seksualnya.[1]Facial adalah bentuk seks non-penetratif, meskipun umumnya diawali dengan dilakukan setelah beberapa cara lain rangsangan seksual, seperti seks anal, fellatio, masturbasi, atau seks oral. Dalam pornografi, facial umum digambarkan dalam film porno, sering kali sebagai penutup adegan.[2]
Facial biasanya didahului dengan kegiatan yang mengakibatkan gairah seksual dan rangsangan dari pasangan. Setelah tingkat prasyarat rangsangan seksual telah dicapai, dan ejakulasi menjadi dekat, laki-laki akan memosisikan penisnya sehingga semen akan memancar ke wajah pasangannya.
Volume air mani yang terejakulasi bergantung pada beberapa faktor, termasuk kesehatan laki-laki, usia, tingkat gairah seksual, dan waktu sejak ejakulasi terakhirnya.[3] Jumlah normal ejakulat berkisar pada 1,5-5,0 mililiter (1 sendok teh). Beberapa detik setelah dikeluarkan, air mani mengental, sebelum mengencer 15-30 menit kemudian.[4]
Sakit mata
Sperma yang masuk ke mata dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, perih, dan terbakar karena mengandung komponen yang mengiritasi jaringan mata. Reaksinya dapat berupa mata berair, sensitif terhadap cahaya, kemerahan, dan penglihatan kabur. Mata dapat dibilas dengan air bersih; air mata juga membantu mengeluarkan sperma, dan rasa tidak nyaman dapat mereda.[5]
Risiko Infeksi
Mata terinfeksi konjungtivitis klamidia.
Setiap aktivitas seksual yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh orang lain berisiko menularkan penyakit menular seksual. Air mani umumnya tidak berbahaya jika terkena kulit atau tertelan. Namun, jika terkena lapisan mata, dapat menularkan berbagai penyakit menular seksual.[6]
Jika seorang pria memiliki Chlamydia trachomatis dalam air maninya, penerimanya dapat mengalami konjungtivitis klamidia.[7]