Tunisia Utsmaniyah adalah istilah yang mengacu kepada periode kekuasaan Turki di Ifriqiya dari abad ke-16 hingga abad ke-18. Pada periode ini, Tunis secara resmi menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah dengan nama Eyalet Tunis .
Turki pada awalnya berkuasa dari Aljir, tetapi kemudian mengangkat langsung seorang Pasha (gubernur) di Tunis yang didukung oleh pasukan-pasukan yanisari. Kemudian, Tunisia secara de facto menjadi provinsi yang otonom di bawah kepemimpinan seorang Bey. Perubahan status ini ditentang oleh Aljir, walaupun upaya ini tidak berhasil. Pada masa tersebut, dewan-dewan penguasa Tunisia sebagian besar terdiri dari elit-elit asing yang mengurus masalah negara dengan menggunakan bahasa Turki Utsmaniyah.
Bajak laut Barbaria melancarkan serangan ke kapal-kapal Eropa dari wilayah Aljir, Tunis, dan Tripoli. Negara-negara Eropa mengakhiri penjarahan-penjarahan tersebut setelah melancarkan Peperangan Barbaria. Pada masa Utsmaniyah, wilayah Tunisia menyusut; Tunisia kehilangan wilayah di barat (Constantine) dan timur (Tripoli). Pada abad ke-19, para penguasa Tunisia mulai menyadari bahwa Turki sedang melancarkan reformasi politik dan sosial di ibu kota Utsmaniyah, Istanbul. Bey Tunis kemudian mencoba memodernisasi institusi dan ekonomi negara. Namun, utang Tunisia menumpuk, dan Prancis menggunakan hal tersebut sebagai dalih untuk mendirikan sebuah protektorat di Tunisia pada tahun 1881.