Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
Farida Eva Riyanti (26 Desember 1952 – 8 Juli 2022) adalah seorang ekonom dan salah satu CEOIndonesia terkemuka. Ia berhasil menyelamatkan PT Indofood Sukses Makmur (ISM) yang dipimpinnya dari guncangan krisis. Pada 15 Desember2003 ia menyampaikan surat pengunduran diri untuk memberikan kesempatan kepada Dewan Komisaris merekrut penggantinya yang dilaksanakan dalam RUPS Mei2004.
Pada akhir 1997, ISM mengalami kerugian hingga Rp1,2 triliun. Kerugian ini akibat krisis moneter yang menghancurkan perekonomian. Krisis itu mengakibatkan daya beli masyarakat turun drastis serta beban perusahaan yang melonjak tinggi. Penjualan Indomie, produk andalan ISM, menurun drastis dari sekitar 8,5 miliar bungkus pada akhir 1997 menjadi 7,8 miliar bungkus pada 1998. Apalagi saat itu, utang ISM dalam dolar AS yang diperlukan untuk investasi—bukan untuk working capital—juga tidak diasuransikan.
Pada tahun 2004, posisinya sebagai Direktur Utama Indofood digantikan oleh Anthony Salim.[1]
Kehidupan pribadi
Eva merupakan istri dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2002–2007, Bun Bunan Hutapea. Ia memiliki tiga orang anak yakni Patricia Imelda, Margaret Ivana, dan Anastasia Emanuella.[2]
Eva meninggal dunia pada 8 Juli 2022 di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta pada usia 69 tahun.[2]