Selama masa pemerintahan suaminya Euphrosyne tidak ikut campur di dalam politik kerajaan, tetapi setelah kematian suaminya pada tanggal 31 Mei 1162, pengaruhnya semakin kuat atas putra mereka, Raja István III. Raja muda itu harus berjuang melawan pamandanya, László dan István untuk menyelamatkan takhtanya, dan Euphrosyne berperan aktif dalam perjuangan tersebut. Ia membujuk Raja Vladislav II dari Bohemia untuk memberikan bantuan militer kepada putranya melawan serangan Kaisar Manouel I Komnenos.
Anak kesayangan Euphrosyne adalah putra bungsunya, Adipati Géza dari Hungaria. Ketika Raja István III meninggal pada tanggal 4 Maret 1172, ia berencana untuk mengamankan suksesinya melawan putranya yang lebih tua, Béla, yang telah tinggal di istana Kaisar Manouel I Komnenos. Akan tetapi, Béla kembali, dan ia dimahkotai pada tanggal 13 Januari 1173, meskipun Uskup Agung Lukács dari Esztergom menolak penobatannya. Tak lama setelah itu, Raja Béla III menahan saudaranya, yang meningkatkan ketegangan hubungan antara Euphrosyne dan putranya. Adipati Géza segera berhasil menyelamatkan diri, mungkin dengan batuan Euphrosyne, tetapi pada tahun 1177 ia kambali ditangkap.
Pada tahun 1186, Euphrosyne mencoba untuk membebaskan putranya sekali lagi, tetapi ia gagal. Raja Béla III memerintahkan penangkapan Euphrosyne dan membuatnya tetap berada di benteng Barancs (Serbian: Braničevo). Tak lama kemudian, Euphrosyne dibebaskan, tetapi ia terpaksa meninggalkan kerajaan dan pergi ke Konstantinopel. Dari Konstantinopel ia pindah ke Yerusalem di mana ia hidup sebagai seorang biarawati di biara Ksatria Hospitaller, dan kemudian di biara Basilian Santo Sabbas.
Pernikahan dan keturunan
Pada tahun 1146, Euphrosyne menikah dengan Raja Géza II dari Hungaria (1130 – 31 Mei 1162). Mereka memiliki keturunan sebagai berikut: