Karier
Ia mengawali kariernya di dunia hiburan Indonesia sebagai pemain teater, dan memulai debut di layar lebar dengan memperoleh peran sebagai Said dalam penyeleksian pemain untuk film Negeri 5 Menara pada tahun 2010, setelah itu Ernest banyak bermain dalam film maupun serial. Sejak tahun 2015, Ernest mulai di manajemeni oleh Khatulistiwa Management. Ernest juga memegang posisi sebagai konsultan di sana. Pada bulan terakhir pada tahun 2016, ia mulai menjadi produser dari Samudera Khatulistiwa Project, yang disingkat sebagai SaKha.
Dilansir dari akun LinkedIn-nya, Ernest pernah berkarier dalam beberapa bidang di luar industri hiburan. Sejak tahun 2010, Ernest menjabat sebagai direktur di sebuah perusahaan bernama PT. Asia Global Force. Pada tahun yang sama, Ernest memagang di Mustang 88 FM untuk posisi sebagai direktur musik dan dalam bidang periklanan serta pemasaran. Masih pada tahun yang sama, Ernest juga menjadi pendiri sekaligus pengelola bisnis restoran Jepang bernama Sushi Nest hingga tahun 2015. Setelah itu, pada tahun 2016, ia membangun perusahaan yang berfokus pada bidang dunia hiburan yaitu Sakha entertainment meliputi Production House, Production Support & Artist Management.
Pada Tahun 2018, Ernest mulai berkarier di bidang hukum dengan mendirikan sebuah firma hukum dengan namanya sendiri yaitu Ernest Samudera & Partners sebagai Managing Partner yang menangani perkara litigasi dan non-litigasi. Ernest yang secara khusus dan tersertifikasi menjadi spesialis mendalam sebagai Kurator dan Pengurus dalam perkara kepailitan, Arbitrase, Hak Kekayaan Intelektual, Konsultan Hukum Pasar Modal, Hukum Perusahaan, serta Hukum Dunia Hiburan. Ernest Samudera melalui kantor hukumnya memiliki banyak klien dari dalam dan luar negeri, serta mengurusi beberapa kasus besar skala Nasional. Ernest juga memiliki jaringan organisasi profesional yang luas.
Ernest pernah menjadi seorang konsultan hukum dan bisnis di perusahaan kontraktor minyak dan gas bumi, yakni PT. Lins Pertrotama Energi, ia pernah menjabat sebagai pengacara pendukung di perusahaan ekspedisi muatan dengan nama PT. Geodis Wilson Indonesia dan menjadi penasihat dalam sebuah tim olahraga elektronik profesional di Indonesia, yakni Bonafide Mandiri Indonesia. Serta, masih banyak lagi Klien perorangan dan perusahaan dari dalam dan luar negeri yang menjadi Kliennya. Beberapa perkara hukum skala Nasional yang pernah ditangani oleh Ernest melalui kantor hukumnya Ernest Samudera & Partners, yakni perkara Asuransi Jiwa Kresna pada tahun 2020 dengan kerugian mencapai 6,5 triliun Rupiah dan KSP Indosurya pada tahun 2023 dengan kerugian mencapai 15 triliun Rupiah. Adapun, Ernest juga pernah menjadi konsultan dan kuasa hukum dari para Artis ternama, yakni Chicco Kurniawan, Jihane Almira Chedid, Tissa Biani, Adipati Dolken, Gary Iskak, serta Revaldo F. Surya.