Entomologi forensikLangau yang disematkan, dipelajari pada entomologi forensik.
Entomologi forensik adalah sebuah cabang dari entomologi terapan yang menggunakan serangga yang ditemukan pada jenazah atau tempat-tempat lainnya di sekitar tempat kejadian perkara dalam konteks ilmu forensik. Hal ini mencakup mempelajari jenis-jenis serangga yang umum ditemukan pada jenazah, siklus hidup mereka, keberadaan mereka pada lingkungan-lingkungan yang berbeda, dan bagaimana jenis-jenis serangga yang hadir berubah seiring pembusukan berlangsung.[1]
Pola-pola suksesi serangga diidentifikasi bedasarkan waktu yang sebuah spesies habiskan pada setiap tahapan perkembangan dan jumlah generasi yang dihasilkan sejak datangnya serangga ke sumber makanan.[2] Dengan menganalisis perkembangan serangga bersamaan dengan data lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan kelembapan uap, entomolog forensik dapat memperkirakan waktu yang telah berlangsung sejak kematian, karena serangga-serangga terbang tertarik dengan tubuh langsung setelah kematian. Cabang ini juga memberi petunjuk mengenai pergerakan tubuh setelah kematian dan trauma antemortem.[3][4] Tujuan utamanya adalah untuk mementukan interval pascamati (postmortem interval, PMI) untuk membantu investigasi kematian.
Referensi
↑"Forensic Entomology". Explore Forensics. Diarsipkan dari versi asli pada 23 February 2009. Diakses tanggal 2022-04-10.
↑"Death Scene Insect Succession Study". Forensic Science, Institute of Agriculture and Natural Resources. University of Nebraska–Lincoln. Diakses tanggal 2022-04-10.