Penduduk Desa Ensa pada umumnya berasal dari suku Mori Todo'ule, dan suku Mori dari desa-desa sekitarnya. Selain Bahasa Indonesia yang digunakan dalam dunia pemerintahan, kerohanian dan pendidikan, Bahasa Mori Atas merupakan bahasa yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari dalam pergaulan, juga saat acara Adat Mori: seperti pernikahan Adat (Kawin Adat), pertemuan Adat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di antara penduduk yang bertikai sehubungan dengan pelanggaran adat-istiadat.
Pemerintahan
Wilayah Ensa dikelola oleh Pemerintah Desa atau disebut juga Pemdes, dipimpin oleh kepala desa yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.