Elizabeth Mary Bryan (13 Mei 1942 – 21 Februari 2008)[1] merupakan seorang dokter spesialis anak asal Inggris yang dikenal karena keahliannya dalam menangani kelahiran kembar dan kehamilan ganda.
Riwayat awal
Bryan lahir di Jembatan Sowerby, West Yorkshire,[2] sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya, Paul Bryan, merupakan anggota parlemen dari Partai Konservatif, sementara ibunya, Betty Hoyle, bekerja sebagai fisioterapis. Minat Bryan pada dunia medis tumbuh sejak kecil, tepatnya setelah menonton film dokumenter tentang anak-anak Afrika di rumah sakit saat berusia enam tahun. Ia menempuh pendidikan di Duncombe Park, Helmsley, lalu melanjutkan ke Benenden School di Kent. Pendidikan kedokterannya dimulai di St Thomas's Hospital Medical School, London. Namun, ia sempat cuti selama setahun untuk merawat ibunya yang mengidap gangguan bipolar, sebelum melanjutkan kembali di Scarborough General Hospital dan lulus sebagai dokter pada 1966.[3]
Karier
Bryan mengawali karier spesialis anak di York Hospital dan Hammersmith Hospital, London. Pada 1975, ia kembali ke York sebagai petugas medis klinis senior.[4] Ketertarikannya pada dunia kembar bermula di tahun 1973 ketika membantu persalinan bayi kembar yang mengalami twin-twin transfusion syndrome—satu bayi lahir besar dan kemerahan, sementara kembarannya kecil dan pucat.[5] Pengalaman itu mendorongnya meneliti lebih dalam hingga meraih gelar doktor pada 1977 dengan disertasi tentang "Serum Imunoglobulin dalam Kehamilan Kembar dengan Fokus pada Sindrom Transfusi Fetofetal".[6]
Pada 1978, Bryan turut mendirikan Twins and Multiple Births Association dan menyusun panduan bagi tenaga medis dalam menangani kehamilan ganda. Setahun kemudian, ia pindah ke London dan bekerja sebagai dokter spesialis anak di Queen Charlotte's and Chelsea Hospital. Bryan juga mengajar sebagai peneliti senior dan dosen di Royal Postgraduate Medical School hingga 1995. Sejak 1987, ia mendirikan klinik khusus untuk kembar di London, York, dan Birmingham.[butuh rujukan]
Seiring meningkatnya angka kelahiran kembar akibat teknologi bayi tabung (IVF), Bryan mendirikan Multiple Births Foundation pada 1988, sebuah lembaga yang memberi dukungan kepada keluarga kembar. Ia juga aktif mengkampanyekan pembatasan jumlah embrio yang ditanamkan saat proses IVF demi mengurangi risiko kehamilan ganda.[3]
Sepanjang kariernya, Bryan menangani lebih dari 100 pasangan kembar. Bahkan, saat menikah dengan Ronald Higgins—seorang ekolog dan diplomat—pada 1978, sebanyak 25 pasangan kembar hadir di pernikahan mereka. Bersama suaminya, Bryan menulis buku Infertility: New Choices, New Dilemmas (1995) yang menceritakan pengalaman pribadi mereka dalam menghadapi kegagalan program IVF dan upaya memiliki anak. Pada tahun yang sama, ia juga menerbitkan buku Twins, Triplets and More yang membahas psikologi unik yang dialami oleh anak kembar dan kembar tiga—salah satu karya awal yang mengangkat tema tersebut.[butuh rujukan]
Bryan termasuk pionir dalam mempelajari dampak kehilangan yang dirasakan seorang kembar ketika saudaranya meninggal. Ia bahkan mendirikan klinik khusus untuk kembar yang berduka.[butuh rujukan]
Bryan menjabat sebagai presiden Twins and Multiple Births Association dari 1978 hingga 1984 dan menjadi dewan pengurus hingga 1991. Ia memimpin Multiple Births Foundation dari awal berdiri hingga 1998, serta terpilih sebagai presiden International Society for Twin Studies dari 1998 sampai 2001. Bryan juga dianugerahi gelar Fellow dari Royal College of Physicians pada 1989 dan menjadi dosen di bidang pediatri di Imperial College School of Medicine sampai pensiun pada 2005.[butuh rujukan]
Masalah kesehatan dan kematian
Pada tahun 1975, Bryan mengetahui bahwa ia memiliki mutasi gen BRCA1, yang meningkatkan risiko terkena kanker ovarium dan payudara. Setelah salah satu saudara perempuannya meninggal akibat kanker ovarium dan saudara perempuan lainnya menderita kanker payudara, ia mengambil tindakan pencegahan dengan mengangkat ovariumnya dan menjalani mastektomi ganda pada tahun 1992. Pada tahun 2005, ia didiagnosis menderita kanker pankreas dan menjalani operasi serta kemoterapi. Pengalaman keluarganya dengan kanker diceritakan dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 2007, 'Singing the Life: The Story of a Family in the Shadow of Cancer'. Ia meninggal pada tanggal 21 Februari 2008.[7]