Migas Kimia Pertambangan Logam olahan Alat pertahanan Perkapalan Penerbangan Otomotif Peralatan komunikasi Pembangkitan listrik dan transmisi Tekstil Makanan dan minuman Ritel Real estate Kesehatan Utilitas
Kebutuhan rumah tangga, mesin, kendaraan, obat-obatan, plastik, produk logam semi jadi, daging, buah dan kacang, peralatan optik dan medis, besi dan baja
Rusia terkategori sebagai negara berpendapatan tinggi berekonomi campuran [23] dengan kepemilikan negara pada bidang-bidang strategis. Reformasi pasar tahun 1990-an banyak menswastakan banyak industri dan pertanian Rusia, kecuali bidang-bidang energi dan pertahanan.
Geografi Rusia yang begitu luas menjadi bagian penting bagi aktivitas ekonomi negara, beberapa sumber menyebutkan bahwa Rusia memiliki lebih dari 30% sumber daya alam dunia.[24][25][26]Bank Dunia mengestimasikan total nilai sumber daya alam Rusia sektar 75 triliun dolar AS.[27][28] Rusia mengandalkan pendapatan energi untuk menggerakkan pertumbuhannya. Rusia memiliki minyak, gas alam, dan logam berharga dengan jumlah sangat besar, yang menyumbang sebagian besar dari ekspor negara ini. Hingga 2012[update], sektor migas menyumbang 16% PDB, 52% pendapatan budget federal, dan lebih dari 70% ekspor.[29][30]
Rusia memiliki industri senjata yang besar dan canggih, mereka memiliki kemampuan mendesain dan manufaktur peralatan militer teknologi tinggi, termasuk jet tempur generasi kelima, kapal selam nuklir, senjata api, dan misil balistik jarak dekat/jauh. Nilai ekspor senjata Rusia mencapai $15.7 miliar tahun 2013-urutan kedua di belakang Amerika Serikat. Top military exports from Russia include combat aircraft, air defence systems, ships and submarines.[31][32]
Pada tahun 2015, ekonomi Rusia berada pada urutan keenam terbesar di dunia menurut KKB dan ke-12 terbesar menurut nilai tukar pasar. Antara tahun 2000 dan 2012, ekspor energi Rusia meningkatkan standar hidup sedemikian cepat, dan pendapatan bersih naik hingga 160%.[33] Dalam dolar AS, nilai pendapatan bersih ini naik 7 kali lipat bila dibandingkan tahun 2000.[34] Dalam periode yang sama, tingkat pengangguran dan kemisikinan berkurang setengah, dan kepuasan penduduk juga meningkat signifikan.[35] Pertumbuhan ini merupakan akibat dari lonjakan komoditas 2000-an, tingginya harga minyak, ekonomi yang cermat dan kebijakan fiskal.[36] Namun, pertumbuhan ini tidak terdistribusi merata. 110 orang terkaya menguasai 35% dari seluruh total aset keuangan.[37][38] Pemerintah yang buruk juga menandakan bahwa negara ini mengalami arus keluar uang haram terbesar kedua di dunia, dengan jumlah sekitar 880 miliar dolar antara tahun 2002-2011.[39] Sejak 2008 Forbes telah berulang kali menyebut Moskow sebagai "ibu kota miliuner dunia".[40][41]
Bulan Januari 2016, Bloomberg menempatkan ekonomi Rusia sebagai yang paling inovatif ke-12 di dunia,[48] naik dari urutan ke-14 tahun 2015[49] dan ke-18 tahun 2014.[50] Rusia memiliki paten aplikasi terbanyak ke-15 di dunia dan perusahaan teknologi tinggi ke-8 terbanyak, terutama di bidang internet dan aeronautika, serta memiliki tingkat lulusan insinyur dan saintis ketiga tertinggi di dunia.[48]
↑ДИНАМИКА РЕАЛЬНЫХ ДОХОДОВ НАСЕЛЕНИЯ (dalam bahasa russian). Rosstat. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-13. Diakses tanggal 21 July 2014.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Guriev, Sergei; Tsyvinski, Aleh (2010). "Challenges Facing the Russian Economy after the Crisis". Russia After the Global Economic Crisis. Peterson Institute for International Economics; Centre for Strategic and International Studies; New Economic School. hlm.12–13. ISBN9780881324976.
↑Putin: Russia's Choice, (Routledge 2007), by Richard Sakwa, Chapter 9