Sumber ekonomi Maladewa bergantung pada sektor pariwisata khususnya di bidang kelautan. Maladewa mempunyai sedikit lokawisata, tetapi mampu mendatangkan turis dengan jumlah 3 kali lipat dari jumlah penduduknya. Lokawisata di Maladewa menjadi penyumbang pendapatan negara yang terbesar.[3] Pariwisata yang dikembangkan di Maladewa adalah biota laut yaitu hiu paus. Para turis melakukan kegiatan selam atau berenang bersama dengan hiu paus.[4]
Perikanan
Sumber ekonomi Maladewa juga berasal dari kegiatan ekspor hasil perikanan khususnya ikantuna. Produk ikan tuna menjadi produk ekspor terbesar dengan persentase sebesar 90% dari keseluruhan produk perikanan. Kondisi ikan tuna yang diekpor meliputi tuna segar, tuna kering, tuna beku, tuna yang diasinkan, dan tuna kaleng. Ekonomi Maladewa hanya sedikit didukung oleh hasil pertanian, karena kondisi tanah Maladewa yang kurang subur. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh dan dihasilkan seperti kelapa, pisang, sukun, pepaya, mangga, talas, ubi, dan bawang. Sebagian besar produk berupa makanan harus diimpor dari luar negeri. Beberapa Industri yang berkaitan dengan perikanan yaitu pembuatan kapal, dan pengalengan tuna. Selain itu, ada pula industri kriya serta produksipipaPolivinil klorida, sabun, mebel, dan produk makanan.[5]
Referensi
↑"Maladewa". Kementerian Luar Negeri Repulik Indonesia. Diakses tanggal 10 Juli 2021.