Ekonometrika spasial adalah bidang di mana analisis spasial dan ekonometrika beririsan. Istilah "ekonometrika spasial" pertama kali diperkenalkan ekonom Belgia Jean Paelinck dalam pidato umum yang disampaikannya di pertemuan tahunan Asosiasi Statistik Belanda (Dutch Statistical Association) pada Mei 1974 (Paelinck dan Klaassen, 1979).[1]
Secara umum, ekonometrika berbeda dari cabang statistik lainnya karena berfokus pada model teoretis, yang parameternya diestimasi menggunakan analisis regresi. Kemudian, ekonometrika spasial merupakan penyempurnaan dari ilmu ini, di mana model teoretis tersebut melibatkan interaksi antara entitas yang berbeda atau pengamatan data yang tidak benar-benar independen.
Dengan mengadopsi pandangan yang lebih umum, disiplin ilmu ini didefinisikan sebagai seperangkat “model dan instrumen teoretis dari statistik dan analisis data spasial untuk menganalisis berbagai efek ekonomi seperti eksternalitas, interaksi, konsentrasi spasial, dan banyak lainnya” (Asosiasi Ekonometrika Spasial, 2006). Perkembangan terkini cenderung juga mencakup metode dan model dari ekonometrika jaringan sosial.
Sejarah
Sejarah ekonometrika spatial sudah dimulai sejak Paelinck & Klaassen (1979) menerbitkan sebuah volume berjudul “Spatial Econometric”, yang dapat dikatakan sebagai upaya komprehensif pertama dalam menguraikan bidang ekonometrika spasial dan metodologi tersebut. Dalam volume tersebut Paelinck & Klaassen (1979) tidak mendefinisikan ekonometri spasial oleh mereka sendiri, tetapi mulai dengan menetapkan lima prinsip penting untuk memandu perumusan model ekonometri spasial.[1]
Lima aturan tersebut antara lain: (i) peran saling ketergantungan spasial, (ii) asimetri dalam hubungan spasial, (iii) pentingnya faktor penjelas yang terletak pada ruang lain (space distant explanatory factors), (iv) diferensiasi interaksi antara ex post dan ex ante, dan (v) pemodelan eksplisit ruang (topologi) dalam model spasial. Aturan ini menekankan pentingnya ekspresi realistis variabel spasial eksplisit dalam spesifikasi model ekonometri seperti tindakan potensial (allotropy), fungsi peluruhan jarak, dan tata ruang (topologi) (Anselin, 2010).[2]
Matriks Pembobot Spasial
Matriks pembobot spasial atau spatial weight matrix (dalam bahasa inggris) merupakan elemen yang penting dalam ekonometrika spasial. Matriks ini menggambarkan adanya pengaruh spatial dependence terkait dengan kondisi ruang atau wilayah yang berdekatan. Dapat digambarkan bahwa pada observasi sejumlah daerah r, matriks W adalah r x r dengan elemen diagonal bernilai 0 dan elemen wij merepresentasikan intensitas efek antara dua daerah yaitu i dan j. Anselin (2003) menggunakan 2 (dua) pendekatan untuk mendefinisikan matriks W, yaitu persentuhan/hubungan (contiguity) dan jarak (distance).[2]