Efek tepiTepian muncul ketika dua atau lebih jenis habitat terletak bersebelahan, misalnya di gambar di atas, di Pennsylvania, Amerika Serikat
Dalam ekologi, efek tepi adalah perubahan-perubahan dalam struktur populasi atau komunitas yang terjadi di perbatasan antara dua atau lebih habitat.[1] Efek-efek ini muncul karena kondisi-kondisi lingkungan di dekat perbatasan habitat berbeda dengan kondisi di interior tiap habitat.[2] Perbatasan ahbitat mengalami kondisi-kondisi seperti paparan angin yang lebih tinggi, paparan sinar matahari, dan fluktuasi suhu. Wilayah dengan fragmen-fragmen habitat menunjukkan efek tepi yang lebih menonjol di sepanjang sebarannya.[3] Jika efek tepi meningkat, maka habitat perbatasannya dapat menunjang tingkat keanekaragaman hayati lebih tinggi daripada ekosistem-ekosistem yang berdekatan dengan peningkatan fragmentasi habitat hal ini berperan sebagai zona transisi bagi kondisi-kondisi lingkungan yang bertumpangtindih.[4] Dengan demikian, spesies dari kedua ekosistem yang terpisah dapat hidup berdampingan di wilayah umum yang sama bersamaan dengan spesies yang telah mengembangkan adaptasi untuk kehidupan di tepi lingkungan.