Sikap politik
ETAN aktif mendukung kemerdekaan Timor Leste dan Papua Barat dari Indonesia sejak 2007.
Pada tahun 2008, Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang disponsori PBB menerbitkan laporan tentang "kampanye kekerasan terorganisasi" dan "pelanggaran HAM berat berbentuk kejahatan terhadap kemanusiaan" oleh Indonesia.[7] ETAN menyambut sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengakui fakta-fakta yang diungkap oleh komisi ini, tetapi menunjukkan bahwa sejauh ini belum ada pejabat Indonesia yang diadili untuk memulihkan "tanggung jawab institusional".[7]
ETAN menolak pengangkatan[8] Laksamana Dennis C. Blair sebagai Director of National Intelligence oleh Barack Obama. Menurut ETAN, "Aksi-aksinya mencerminkan kegagalannya memperbaiki sikap militer Indonesia dan memperkuat kekebalan hukum yang dinikmati pejabat senior Indonesia sampai sekarang."[9] Blair bertemu Jenderal Wiranto di Jakarta pada April 1999, tidak lama setelah pengungsi yang berlindung di gereja dibunuh menggunakan parang oleh milisi yang disokong oleh militer Indonesia.[9]
ETAN mempermasalahkan beberapa hal, termasuk kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara dan Oseania, eksploitasi migas, ganti rugi dan akuntabilitas pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini.[10] Organisasi ini memperjuangkan hak masyarakat Papua Barat sekaligus kemerdekaannya dari Indonesia.
ETAN menentang Treaty on Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS) di ladang minyak Greater Sunrise. Koordinator Nasional ETAN di Amerika Serikat, John Miller, menyurati pemerintah Australia, "Australia mengutamakan kepentingan finansial jangka pendek perusahaan minyaknya sendiri dan negara lain dan mengabaikan prinsip dasar demokrasi, aturan hukum, keadilan ekonomi, dan kedaulatan nasional. Namun, Timor Leste akan mendapat bagi hasil sumber daya alam yang lebih besar di bawah CMATS daripada International Unitization Agreement."[11]
Misi utamanya tercapai pada tahun 2001. Halaman webnya berisi isu-isu terkini yang terjadi di Asia Tenggara dan dukungan dari sejumlah tokoh politik.[4]
ETAN adalah lembaga nirlaba yang menerima sumbangan dari masyarakat. Lembaga ini berpusat di Amerika Serikat dan para pendukungnya berkampanye di seluruh dunia.[12]