Dzike Polie (bahasa Ukraina:Дике Полеcode: uk is deprecated Dyke Pole, bahasa Rusia:Дикое Полеcode: ru is deprecated , Dikoye Polye, bahasa Polandia:Dzikie polacode: pl is deprecated , bahasa Lituania:Dykracode: lt is deprecated , bahasa Latin:Loca deserta, sive campi deserti inhabitaticode: la is deprecated ) adalah istilah yang digunakan dalam dokumen Persemakmuran Polandia-Lituania pada abad ke-16 hingga abad ke-18.[1] Istilah ini mengacu kepada wilayah stepa Pontus di Ukraina yang terletak di sebelah utara Laut Hitam dan Laut Azov. Wilayah ini terbentang dari Sungai Don di timur hingga Sungai Dniester di barat, dan dari pesisir Laut Hitam di selatan hingga Kiev di utara. Pada abad ke-17 dan ke-18, wilayah ini jarang penduduknya dan sebagian besar adalah suku-suku nomaden yang disebut Nogai. Maka dari itu wilayah ini diberi julukan "belantara".
Pada abad ke-17, wilayah timur Dzike Polie dimukimi oleh petani-petani dan hamba-hamba yang melarikan diri dari wilayah Cossack. Pada masa Pemberontakan Khmelnytsky, bagian utaranya dimukimi oleh Cossack dari cekungan Sungai Dnieper. Setelah terjadinya peperangan Rusia-Turki yang dikobarkan oleh Maharani Katarina yang Agung, wilayah yang sebelumnya dikendalikan oleh Utsmaniyah dan Krimea diambil alih oleh Kekaisaran Rusia dan diberi julukan Novorossiya. Kini wilayah ini merupakan bagian dari Ukraina, Moldova dan Rusia.