Saat ini, Kepala Desa Durian adalah Mawardi Djohana. Menurut tingkat perkembangan desa, Desa Durian diklasifikasikan sebagai desa swasembada dengan tingkat perkembangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) kategori III.
Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, Desa Durian merupakan desa dengan jumlah penduduk terkecil kedelapan dari 18 desa yang ada di Kecamatan Sambas. Penduduk Desa Durian sebanyak 2.141 jiwa (4,76% dari total penduduk Kecamatan Sambas) dengan rincian 1.031 laki-laki dan 1.110 perempuan.[1] Kepadatan penduduk di desa ini adalah 1.586 jiwa/km2 yang menjadikannya sebagai desa terpadat kelima di Kecamatan Sambas setelah Desa Tanjung Bugis, Pasar Melayu, Pendawan, dan Tumuk Manggis.
TK yang ada di Desa Durian, yaitu TK Amkur Sambas, berstatus swasta yang dikelola oleh Yayasan Amkur.
Sekolah Dasar
SD Negeri 3 Durian Kec. Sambas
Satu SD yang ada di Desa Durian berstatus swasta, sedangkan dua lainnya berstatus negeri. Desa Durian memiliki jumlah guru sebanyak 50 orang dan jumlah murid sebanyak 960 orang. Berikut merupakan daftar SD yang ada di Desa Durian:
SD Negeri 3 Durian
SD Negeri 5 Durian
SD Swasta Amkur Sambas
Sekolah Menengah Pertama
Desa Durian memiliki dua SMP yang masing-masing brstatus negeri dan swasta dengan jumlah guru sebanyak 50 orang dan jumlah siswa sebanyak 790 orang. SMP yang berstatus negeri adalah SMP Negeri 2 Sambas yang merupakan SMP favorit dan unggulan di Sambas, sedangkan SMP yang berstatus swasta adalah SMP Amkur Sambas yang dikelola oleh Yayasan Amkur.
SMK yang ada di Desa Durian merupakan salah satu dari dua SMK negeri yang ada di Kecamatan Sambas. SMK Negeri 1 Sambas merupakan kelanjutan dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Sambas yang didirikan pada 7 Desember1966.[2] SMK ini mengadakan pendidikan kejuruan di bidang teknik komputer dan jaringan (TKJ), adminstrasi perkantoran, akuntansi, dan pemasaran.[3]
Selain menyediakan sarana pendidikan berupa sekolah dari tingkat TK hingga SMA, Yayasan Amkur juga mengelola satu rumah sakit. RS Santa Elisabeth merupakan satu-satunya rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Sambas[4] Rumah sakit ini dirintis sejak tahun 1924 oleh Suster Elisabeth, seorang suster dari Kota Etten Leur, Belanda.