Drono merupakan nama sebuah kelurahan di Klaten. Adapun nama - nama desa di Kelurahan Drono antara lain: DRONO, TEMPEL,Dongkelan, Gatak,Modinan, Mlandangan dsb
Di Desa Drono juga ada pasar yang setiap hari buka dan ramai, di pojok Desa Drono sebelah Barat ada sumber air yang ngalir dari terowongan namanya SUMURAN dan bentuknya seperti gayung. Di atas sumuran sekarang berdiri musola dengan nama Musholla Zam-Zam. Desa Drono terkenal dengan karaknya (kerupuk dari gendar) yang bahan bakunya dari beras. Di Desa Drono juga terdapat Makam Eyang Mandurorejo yang merupakan salah seorang kerabat dari Karaton Ngayogyokarto. Eyang Mandurorejo beserta keluarganya merupakan pendatang sebelum masa penjajahan Belanda. Di kompleks makam terdapat Masjid Agung Drono, di mana tiang penyangganya memiliki umur yang sama dengan tiang penyangga cungkup Makam Mandurorejo.
Desa TEMPEL terletak dekat Rumah Sakit Islam(RSI) Klaten+- sekitar 1km dari RSI. Kultur di tempel sangat religius karena bisa dikatakan setiap hari ada pengajian, dari mulai IBU-IBU (pengajian rebon/ Malam rabu ), tafsir,dll), bapak- bapak sampai remaja (NAR, AMM ).
Desa TEMPEL termasuk penghasil mebel,banyak dari luar yang mengambil dari sini.