Karena menganggur dan keadaan ekonomi yang mendesak, Benyamin (Benyamin S) bersedia menjadi tukang untuk memperbaiki rumah tua yang rusak, yang hendak dihuni pendatang yang baru pulang belajar dari Inggris. Ternyata rumah itu banyak hantunya. Dan para hantu itu kebetulan tengah menanti pangeran Drakula (Tan Tjeng Bok) dan putranya yang akan dikawinkan dengan anak salah satu hantu di rumah itu.[1]
Referensi
↑JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 122