Dragonfly 44 adalah galaksi ultra difus yang terletak di Gugus Koma.[1][3][4] Galaksi ini menjadi perhatian karena pengamatan terhadap dispersi kecepatan pada tahun 2016 yang menunjukkan massa sekitar satu triliun massa matahari. Nilai tersebut hampir setara dengan massa Bima Sakti.[5] Perkiraan massa ini didukung oleh penghitungan gugus bola yang diamati mengelilingi Dragonfly 44.[6]
Pengukuran kinematika spasial yang lebih detail menunjukkan bahwa massa galaksi Dragonfly 44 sekitar 160 miliar massa matahari, enam kali lebih kecil dibandingkan perkiraan awal dan satu orde besarnya lebih rendah daripada massa Bima Sakti.[7] Penelitian terbaru menemukan sekitar 20 gugus bola yang mengelilingi galaksi, angka ini sesuai dengan perkiraan massa saat ini.[8][9] Tidak adanya emisi sinar-X dari galaksi dan lingkungan sekitarnya mendukung bahwa jumlah gugus bola tidak sebanyak yang dilaporkan sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa Dragonfly 44 memiliki massa yang lebih rendah dan kecerahan yang lebih rendah dibandingkan Bima Sakti.[10]
Dragonfly 44 memancarkan sekitar 1% dari cahaya yang dipancarkan oleh Bima Sakti.[11] Galaksi ini ditemukan dengan menggunakan Dragonfly Telephoto Array, sebuah instrumen yang dirancang untuk mendeteksi objek-objek langit dengan kecerahan permukaan rendah. Penemuan ini kemudian menjadi dasar studi mengenai kandungan materi gelap di galaksi ultra-difus.[12]
Studi awal
Pada studi awal tahun 2016, pengukuran materi gelap galaksi dilakukan dengan menggunakan instrumen Deep Imaging Multi-Object Spectrograph (DEIMOS) yang dipasang pada teleskop Keck II untuk mengukur kecepatan bintang selama 33,5 jam dan dilakukan dalam enam malam. Data kecepatan tersebut digunakan untuk memperkirakan massa galaksi. Instrumen Gemini Multi-Object Spectrograph (GMOS) pada teleskop Gemini Utara yang memiliki diameter 8 meter. Teleskop ini digunakan untuk mengidentifikasi halo berupa gugus bintang berbentuk sferis di sekitar inti galaksi.[13] Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada Agustus tahun 2016 dilaporkan bahwa Dragonfly 44 memiliki kandungan materi gelap yang signifikan dibandingkan bintang yang terlihat.[14][15][16]
↑Van Dokkum, Pieter; Wasserman, Asher; Danieli, Shany; Abraham, Roberto; Brodie, Jean; Conroy, Charlie; Forbes, Duncan A.; Martin, Christopher; Matuszewski, Matt (2019). "Spatially Resolved Stellar Kinematics of the Ultra-diffuse Galaxy Dragonfly 44. I. Observations, Kinematics, and Cold Dark Matter Halo Fits, Peter van Dokkum et al. 2019". The Astrophysical Journal (dalam bahasa Inggris). 880 (2): 91. arXiv:1904.04838. doi:10.3847/1538-4357/ab2914. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
↑Saifollahi, Teymoor; Trujillo, Ignacio; Beasley, Michael A.; Peletier, Reynier F.; Knapen, Johan H. (2020). ""The number of globular clusters around the iconic UDG DF44 is as expected for dwarf galaxies", Saifollahi et al. 2020". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 502 (4): 5921–5934. arXiv:2006.14630. doi:10.1093/mnras/staa3016. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
↑Bogdan, Akos (2020). ""The American Astronomical Society, find out more The Institute of Physics, find out more The Archetypal Ultra-diffuse Galaxy, Dragonfly 44, Is not a Dark Milky Way", Bogdan 2020". The Astrophysical Journal Letters. arXiv:2009.07846. doi:10.3847/2041-8213/abb886. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)