Vendargon lahir pada 29 Agustus 1909 di Naranthanai, Ceylon utara.[1][2] Vendargon dan ibunya pindah ke Malaya, tempat ayahnya bekerja sebagai surveyor, pada 1910.[1] Pada Perang Dunia I, Vendargon, para saudaranya dan ibunya pulang ke Ceylon.[1] Setelah perang, keluarganya kembali bergabung dengan ayah Vendargon di Seremban pada 1919.[1] Keluarganya pindah ke Malaka pada 1923.[1]
Meskipun ayahnya ingin Vendargon menjadi dokter, Vendargon masuk ke Seminari Santo Fransiskus Xaverius di Singapura pada 1925 sebelum pindah ke College General di Penang pada 1927.[1]
Setelah perang, Vendargon mulai mengajar di College General pada 1948 sebelum menjadi vikaris untuk orang India di Johor Bahru dan Pangkalan Laut Singapura pada 1949.[1][3] Ia pindah ke Teluk Anson pada 1950 sebelum menjadi vikaris Gereja Santo Antonius, Kuala Lumpur pada 1951, sebuah jabatan yang diemban olehnya sampai 1955.[1][3]
Vendargon diangkat menjadi Uskup Kuala Lumpur pada 25 Februari 1955.[1][2] Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 21 Agustus 1955.[2] Ia menjadi Uskup Agung Kuala Lumpur pertama pada 18 Desember 1972.[1][2] Ia pensiun pada 2 Juli 1983.[2][3]