Di Portugal dan Brasil, Dom (diucapkan[ˈdõ]) digunakan sebagai sebutan hierarki (ordinaris) tertentu dalam Gereja Katolik Roma dan kaum awam yang termasuk dalam keluarga kerajaan dan kekaisaran (misalnya Wangsa Aviz di Portugal, serta Wangsa Braganza di Portugal dan Brasil).[1] Selain itu juga disematkan kepada anggota-anggota keluarga bangsawan Portugis yang bergelar.[2] Jika tidak dianugerahkan surat paten yang secara khusus mengesahkan penggunaannya, Dom tidak digunakan pada anggota-anggota bangsawan Portugal yang tak bergelar: karena warisan gelar di Portugal diturunkan berdasarkan primogenitur, hak atas gelar Dom merupakan satu-satunya perbedaan nyata antara kadet (anak laki-laki yang bukan sulung) dan anggota keluarga bangsawan tak bergelar.[2]
Dom dalam sejarahnya terkadang digunakan di kalangan Prancis, sebagai suatu honorifik untuk rahib-rahib Benediktin, misalnya Dom Pérignon yang termasyhur.
Bentuk femininnya, Dona, adalah suatu honorifik yang lazim digunakan untuk kaum wanita, misalnya untuk Ibu Negara Brasil. Di Brasil dan Portugal, versi feminin dari honorifik ini digunakan secara luas sebagai sebutan kepada semua wanita yang dipandang terhormat atau yang tidak diketahui status sosialnya—lebih daripada penggunaan Dom untuk kaum pria—khusus dalam hal kebangsawanan ataupun yang berpangkat tinggi.[2]
↑Angus Stevenson, ed. (2007). Shorter Oxford English Dictionary. Vol.Volume 1, A–M (Edisi Sixth). Oxford, UK: Oxford University Press. hlm.737. ISBN978-0-19-920687-2.
123Tourtchine, Jean-Fred (September 1987). "Le Royaume de Portugal - Empire du Brésil". Cercle d'Études des Dynasties Royales Européennes (CEDRE):. III: 103. ISSN0764-4426. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)