Djohan Soetan Soelaiman juga mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan tokoh ProklamatorIndonesia, Mohammad Hatta, karena Djohan banyak membantu Hatta dalam perjuangan mencapai Indonesia merdeka.[3][4]
Niatnya kemudian berubah begitu melihat ramainya dunia perdagangan di Batavia. Dengan mendekati seorang pedagang Arab agar dipercaya menjual barangnya, Djohan pun mulai berdagang dengan menggelar lapak kaki lima. Karena sifat hemat dan berkemauan keras pelan-pelan ia berhasil mengumpulkan modal. Selanjutnya ia pun membeli langsung barang dagangan dengan harga yang lebih murah, lalu menjualnya dengan harga yang lebih murah pula dari sebelumnya ketika menjual barang utangan.[3]
Usahanya kemudian semakin maju sehingga ia bisa menyewa lalu membeli sebuah toko di Pasar Senen. Tokonya lalu berkembang menjadi enam pintu. Setelah usahanya makin besar, ia pun memanggil saudaranya Djohor yang waktu itu masih bersekolah di Sawah Lunto, untuk menyusul ke Batavia. Dengan bekerja-sama, mereka semakin mengembangkan usaha, dan menamai perusahaan mereka dengan nama Handelsvereeniging Djohan-Djohor (Perusahaan Dagang Djohan-Djohor).[3]
Berkongsi
Usaha tersebut semakin maju setelah seorang saudagar Minang lainnya, Ayub Rais, ikut bergabung. Tidak hanya di Batavia, perusahaan mereka yang kemudian bernama NV Djohan-Djohor berkembang dengan membuka cabang di berbagai kota, seperti Pekalongan, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan.[3]