Dinasti Omri (bahasa Inggris:Omridescode: en is deprecated , Omrids atau House of Omri; "Rumah Omri") adalah sebuah dinasti yang berkuasa di Kerajaan Israel (Samaria) yang dimulai oleh Raja Omri. Menurut Alkitab, penguasa Israel yang termasuk dinasti Omri adalah Omri, raja Ahab dan kedua putra raja Ahab, Ahazia dan Yoram. Anak perempuan Ahab (atau mungkin adiknya) Atalya juga menjadi ratu penguasa di Kerajaan Yehuda.
Lima catatan Asyur, beberapa juga dikenal dengan duplikat, memuat rujukan kepda "Tanah Omri" atau "Rumah Omri".[2][3][4] Suatu rujukan arkeologi untuk Omri dan putra yang tidak disebutkan namanya ditemukan di dalam Mesha Stele, satu-satunya prasasti Semitik barat yang diketahui memuat referensi nama ini.
Catatan Alkitab
Alkitab umumnya menggambarkan Dinasti Omri sebagai keluarga yang tidak baik, menekankan kemurtadan mereka dari agama Yahweh dan mendukung Baal. Hanya ada sedikit catatan mengenai Omri selain mencatat berdirinya dinasti dan pendirian dasar ibu kota Kerajaan Israel baru di Samaria. Sebaliknya, putranya, Ahab, adalah subjek narasi panjang yang berfokus pada hubungannya yang bermasalah dengan nabi Elia dan Elisa. Dia digambarkan sebagai berkepribadian lemah sehingga dikuasai oleh istrinya yang berkemauan keras, Izebel dari Tirus, yang mengajaknya menyembah Baal. Juga dicatat mengenai diplomasi dinasti, yang menghubungkan melalui pernikahan untuk Tirus dan Yehuda dan membawa perdamaian dengan Yehuda setelah serangkaian perang yang panjang. Kisah Alkitab tentang Dinasti Omri selanjutnya menyangkut pemberontakan Moab, konflik mereka dengan Damaskus mengenai Ramot-Gilead, kepunahan dinasti itu di Israel di tangan Yehu, dan Atalya merebut tahta Kerajaan Yehuda setelah kematian anaknya, raja Ahazia.
Memerintah atas Israel di Samaria selama 22 tahun.Kematian: ditembak oleh seorang pemanah selama pertempuran di Ramoth Gilead.Dia meninggal setibanya di Samaria.
Memerintah atas Israel di Samaria selama 2 tahun.Kematian: ia jatuh melalui kisi-kisi dari kamar atas dan melukai dirinya sendiri.Nabi elia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan tempat tidurnya dan akan mati di atasnya.
Ratu Ibu, janda Yoram dan ibu Ahazia.Memerintah atas Yehuda di Yerusalem selama 6 tahun.Kematian: dibunuh oleh pasukan yang ditugaskan oleh Imam Yoyada untuk melindungi Yoas.
Agama
Alkitab mencatat konflik pada masa pemerintahan Ahab antara kultus Israel Yahweh tradisional dan Baal, yang diimpor dari Fenisia oleh istri Ahab, ratu Izebel, dan dipromosikannya. Sarjana Alkitab Edward Lipiński berspekulasi bahwa nama alkitabiah "Baal" sebenarnya tidak merujuk ke dewa Fenisia tapi untuk Yahweh Samaria, dan keduanya mungkin bisa disamakan karena Yahwisme Samaria yang dianggap sesat oleh para imam dari Yehuda dan tradisi yang tecermin dalam catatan Alkitab.[7] Namun, Alkitab menyajikan konflik internal ke dalam dinasti Omri, dan pembela utama Yahwisme (Elia dan Elisa) sebagai nabi-nabi asli kerajaan itu. Sebagian besar bukti-bukti menegaskan adat dominasi Yahwisme. Raja Mesa dari Moab, kontemporer Dinasti Omri yang kemudian, catatan di Mesha Stele kehadiran cawan-cawan yang ditujukan kepada Yahweh di kota Israel Nebo pada saat ia menaklukkannya. ("Dan Chemosh berkata kepada saya, Pergi merebut Nebo dari Israel, dan ... dan saya merebutnya: ... dan saya mengambil dari sana cawan-cawan Yehuwa, dan mempersembahkannya di hadapan Chemosh.") Lipiński dan Łukasz Toboła juga mencatat bahwa nama-nama kerajaan Dinasti Omri (Yoram, Ahazia, Atalya) cenderung bersifat theoforik dan merujuk kepada Yahweh.[7][8]
Historisitas
Israel Finkelstein dalam "The Bible Unearthed" menyajikan gambaran Dinasti Omri yang membangun kerajaan besar, istana megah, kekayaan, dan perdamaian di Israel dan Yehuda yang oleh Alkitab lebih diberikan ke raja Daud dan Salomo sebelumnya. Menurut Finkelstein, alasan perbedaan ini adalah bias keagamaan para penulis Alkitab terhadap Dinasti Omri karena mereka menganut politeisme, dan khususnya dukungan mereka untuk unsur-unsur agama Kanaan.[9]
Finkelstein menyatakan bahwa penulis Kitab Raja-raja mungkin telah menghilangkan banyak catatan konstruksi umum yang dilakukan oleh Omri dan anaknya Ahab selama mereka memerintah. Finkelstein dan murid Norma Franklin mengidentifikasi konstruksi monumental di Samaria, Yizreel, Megido, Hazor yang mirip dalam desain dan bangunan.
Bukti-bukti arkeologi
Prasasti Mesa memuat tulisan bahasa Moab yang dibuat sekitar 840 SM oleh Mesa, raja Moab, di mana Mesa menceritakan tentang penindasan Moab, oleh "Omri raja Israel" dan anaknya setelah dia, dan membanggakan diri sendiri kemenangannya atas mereka. Juga terkenal sebagai prasasti paling ekstensif yang terlestarikan, yang mengacu pada Israel kuno ("House of Omri").
Alkitab mengklaim bahwa Yehu membunuh raja-raja terakhir Dinasti Omri, Yoram dan sekutunya Raja Ahazia dari Yehuda dalam kudeta tahun 841 SM, dan setelahnya menghancurkan sebagian besar anggota yang tersisa dari Dinasti Omri, bukti-bukti arkeologi menunjukkan pemakaian nama Omri di waktu kemudian. Penulis Tel Dan Stele (biasanya diidentifikasi sebagai Raja Hazael dari Damaskus (c.842-806 SM)) mengaku telah membunuh dua raja Dinasti Omri.[10] Lagipula, Obelisk Hitam Salmaneser, artefak arkeologi Asyur dari zaman kontemporer dengan Yehu, memuat nama Yehu sebagai "anak Omri."[11][12] Namun, referensi untuk "putra Omri" di Obelisk Hitam dalam ekspresi "Yehu bin Omri" mungkin mengacu pada "Rumah Omri", yang diyakini oleh orang Asyur sebagai nama untuk Kerajaan Israel. Raja-raja Asyur sering menyebut para penerus Omri sebagai anggota "Rumah Omri" (Bit Hu-um-ri-a).[13]
Daftar referensi Asyur kepada Rumah Omri
Tabel di bawah ini berisi semua referensi sejarah untuk Omri dalam catatan Asyur.[14]
12Edward Lipiński "Studia z dziejów i kultury starożytnego Bliskiego Wschodu" Nomos Press, 2013, ISBN978-83-7688-156-0
↑Łukasz Toboła "Ba'al in the Omrides' history: the historical-theological study", Adam Mickiewicz University in Poznań. Faculty of Theology; 162 ISBN9788363266141
↑Israel Finkelstein, The Bible Unearthed: Archaeology's New Vision of Ancient Israel and the Origin of Its Sacred Texts, New York: The Free Press, 2001. ISBN0-684-86912-8.
↑Hallvard Hagelia, "Philological Issues in the Tel Dan Inscription," in Lutz Edzard and Jan Retso, eds., Current Issues in the Analysis of Semitic Grammar and Lexicon, Harrassowitz, 2005, 235.
↑Daniel D. Luckenbill, Ancient Records of Assyria and Babylonia, vol. I, Chicago 1926, §§ 590, 672.
↑James B. Pritchard, ed., Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament, 3rd ed., Princeton: Princeton University Press, 1969, 283. ISBN0-691-03503-2
Kelle, Brad (2002), "What's in a Name? Neo-Assyrian Designations for the Northern Kingdom and Their Implications for Israelite History and Biblical Interpretation", Journal of Biblical Literature, 121 (4): 639–646, JSTOR3268575
↑Bezold, Carl; King, L. W. (1889). Catalogue of the Cuneiform Tablets in the Kouyunjik Collection of the British Museum. British Museum Department of Ancient Egypt and Sudan. ISBN1145519350.