Dalam analisis perpindahan panas, Difusivitas termal adalah konduktivitas termal dibagi dengan massa jenis dan panas jenis pada tekanan yang konstan. Difusivitas termal mengukur kemampuan material untuk mengonduksi energi panas relatif terhadap kemampuannya untuk menyimpan energi panas. Difusivitas termal memakai lambang α tetapi a, κ,[1]K,[2] dan D juga digunakan. Satuan SI yang digunakan adalah m²/s. Difusivitas termal dirumuskan dengan:
difusivitas termal adalah rasio turunan waktu terhadap temperatur pada turunan keduanya. Difusivitas termal dapat disebut juga sebagai ukuran dari inersia termal.[4] Dalam zat dengan difusivitas termal yang tinggi, panas bergerak cepat karena zat tersebut menghantarkan panas relatif terhadap kapasitas panas volumetriknya.
↑Gladwell, Richard B. Hetnarski, M. Reza Eslami; edited by G.M.L. (2009). Thermal Stresses - Advanced Theory and Applications (Edisi Online-Ausg.). Dordrecht: Springer Netherlands. hlm.170. ISBN978-1-4020-9247-3.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
1234J. Blumm, A. Lindemann (2003/2007). "Characterization of the thermophysical properties of molten polymers and liquids using the flash technique". High Temperatures-High Pressures. 35/36 (6): 627. doi:10.1068/htjr144.Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
↑J. Blumm, A. Lindemann, M. Meyer, C. Strasser (2011). "Characterization of PTFE Using Advanced Thermal Analysis Technique". International Journal of Thermophysics. 40 (3–4): 311. Bibcode:2010IJT....31.1919B. doi:10.1007/s10765-008-0512-z. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
1234Lide, David R., ed. (1992). CDC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 71st). Boston: Chemical Rubber Publishing Company. cited in Baierlein, Ralph (1999). Thermal Physics. Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm.372. ISBN0-521-59082-5. Diakses tanggal 1 December 2011.