Dheva mengalami kecelakaan sepeda motor saat remaja. Tangan kanannya tidak bisa lurus dan bengkok permanen. Kondisi tersebut membuatnya mengundurkan diri dari klub bulu tangkis. Saat ingin berlatih lagi, beberapa klub bulu tangkis menolaknya. Komite Paralimpiade Nasional Indonesia lalu mengajak Dheva untuk bergabung pada tahun 2016. Orang tuanya sempat keberatan karena tidak ingin putranya dianggap cacat. Setelah mendapat izin, Dheva membuktikan kemampuannya di kejuaraan dengan meraih medali emas pada nomor tunggal, ganda, dan beregu putra.[3]