Demonstrasi Zimbabwe 2016 dimulai di Zimbabwe pada 6 Juli 2016. Ribuan orang Zimbabwe memprotes penindasan yang dilakukan oleh pemerintah, layanan publik yang buruk, tingkat pengangguran yang tinggi, korupsi yang merajalela dan terlambatnya pembayaran gaji pegawai negeri.[3][4] Demonstrasi nasional yang dijuluki "stay-away day" dimulai pada tanggal 6 Juli[5] dan demonstrasi kemudian berlangsung di Zimbabwe dan di luar negeri.
Pemerintah Zimbabwe menyalahkan pemerintah Barat dan diduga telah memblokir media sosia seperti WhatsApp dari pukul 9 hingga 11 pagi pada 6 Juli 2016[6] untuk mencegah pengumpulan para demonstran.[7]